Berita

Saham Wall Street Berakhir Melemah

NEW YORK, alumniITS:
Saham-saham Wall Street berakhir sedikit lebih rendah pada Jumat (16/11/2012) pagi WIB) karena terseret turun laba Walmart yang mengecewakan, setelah bergerak “zig-zag” di sekitar garis impas dalam perdagangan yang berubah-ubah.

Saham raksasa pengecer global Walmart merosot 3,7 persen setelah pendapatan kuartalannya jatuh di bawah harapan dan perusahaan mengatakan sedang menyelidiki kemungkinan korupsi pada Walmart yang beroperasi di India, China dan Brazil.

Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir turun 28,57 poin (0,23 persen) menjadi 12.542,38. Indeks pasar lebih luas S&P 500 kehilangan 2,16 poin (0,16 persen) pada 1.353,33, sementara indeks komposit teknologi Nasdaq tergelincir 9,87 poin (0,35 persen) menjadi 2.836,94.

Ada sedikit kabar baik untuk mendorong saham lebih tinggi: ekonomi zona euro mencatat pertumbuhan negatif untuk dua kuartal berturut-turut; Partai Republik dan Demokrat AS tampak siap berselisih tentang bagaimana menghindari “jurang fiskal”; dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah karena Israel melancarkan serangan udara baru ke Gaza.

Laba kuartal ketiga Walmart menentukan suasana perdagangan. Laba bersih kuartalannya naik sembilan persen menjadi 3,63 miliar dolar AS, tetapi pendapatannya di toko-toko yang dibuka setidaknya setahun hanya naik 1,5 persen, di bawah ekspektasi.

Perusahaan juga mengakui bahwa selain penyelidikan AS terhadap tuduhan perusahaan menyuap pejabat Meksiko — melanggar FCPA AS (undang-undang perbuatan korupsi di luar negeri) — bahwa internal sedang melangsungkan penyelidikan tentang kemungkinan pelanggaran FCPA di Brazil, China dan India.

Cisco naik 1,6 persen dan Bank of America naik 1,1 persen memimpin “gainers” (pencetak keuntungan) di Dow, sementara Walmart dan Verizon masing-masing turun 1,3 persen menduduki tempat teratas saham-saham pencetak kerugian.

Di Nasdaq, Apple kehilangan 2,1 persen lagi menjadi mencapai 525,62 dolar AS, jauh di bawah posisi tertingginya pada September di 705,07 dolar AS.

Facebook turun tipis 0,9 persen setelah melonjak hampir 13 persen pada Rabu, di tengah serbuan “short-covering” terkait dengan ekspektasi bahwa saham akan merosot saat pembatasan penjualan saham oleh orang dalam dibuka minggu ini.

Saham United Airlines turun 2,4 persen di tengah laporan pembatalan penerbangan secara luas karena kesalahan komputer.

Harga obligasi bervariasi. Imbal hasil obligasi negara AS 10-tahun bertahan di 1,59 persen, dan pada obligasi 30-tahun menyusut menjadi 2,72 persen dari 2,73 persen pada Rabu kemarin seperti dilansir Antara.  (endy – [email protected])