Berita

Saham Konstruksi Grafiknya Melonjak


JAKARTA, alumniITS.com – Saham-saham konstruksi mendapat sentimen dari program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang nilai investasi sekitar Rp4.000 triliun. Meski demikian, sentimen itu tak berpengaruh ke fundamental emiten termasuk saham konstruksi di bursa saham.

Hendra Martono, Vice President Brokerage Strategic Henan Putihrai Securities mengatakan, program MP3EI tersebut tidak berpengaruh signifikan ke fundamental emiten di bursa saham termasuk sahamnya. Pelaku pasar yang mau trading saham baik harian dan jangka panjang dinilai sudah mengetahui persis kondisi fundamental emiten. Sementara itu, pengaruh MP3EI belum jelas seberapa besar dari dana Rp4.000 triliun itu yang masuk proyek untuk dikerjakan emiten dan dapat mendongkrak berapa pertumbuhan laba emiten dan harga sahamnya.

“Kecuali, kalau sudah jelas ada angka peruntukannya, misalnya proyek untuk PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) berapa dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI) berapa dari Rp4.000 triliun itu. MP3EI terlalu luas sehingga tidak jadi jaminan bisa mendongkrak saham-saham konstruksi,” ujar Hendra, seperti dilansir laman inilah.com, Rabu (5/6)

Hendra menuturkan, bila dilihat dari tren teknikal, saham WIKA, PT Waskita Karya Tbk (WSKT), ADHI, dan PT PP Tbk (PTPP) berada dalam laju positif. “Mereka masih di atas Moving Average (MA) 21 hari. Selama saham-saham tersebut berada di atas harga tengah (mid price) yang dihitung dari harga terendah dan tertinggi pekan lalu, masih potensial menguat,” kata Hendra.

Hendra memprediksikan, harga saham konstruksi ada potensi menguat hingga sepekan ke depan. Menurut Hendra, bila harga saham konstruksi masih berada di atas mid price maka pelaku pasar dapat menahan diri untuk menjual saham. “Untuk apa jual saham, biarkan saja naik terus,” ujar Hendra.

Harga tengah WIKA pekan lalu (20-24/5/2013) di level Rp2.550 dan harga tengah untuk pekan ini yang terbentuk dari harga terendah hingga tertingginya (27-30/5/2013) di Rp2.700. Jika dihitung hingga harga tertinggi Jumat (31/5/2013), harga tengah tersebut bisa berubah. “Support WIKA di Rp2.550-2.450 dan resistance Rp2.975-3.075. Selama WIKA di atas Rp2.700 dalam sepekan ke depan tenang-tenang saja. Santai saja,” tutur Hendra.

“Pembelian pertama misalnya 100 lot saham WIKA. Lalu, kedua, menambah pembelian (average up) sebesar 50 lot. Average up ketiga, 25 lot, dan pembelian keempat sebesar 12 lot. Jadi, pembelian semakin menyusut. Jika sebaliknya, harga beli menjadi semakin mahal,” kata Hendra.

Selain itu, Hendra mengatakan, jika masuk satu saham, harus mempertimbangkan di level berapa harus cut loss.”Ini yang paling penting untuk mempertimbangkan di level berapa harus cut loss,” ujar Hendra.

Kedua, pelaku pasar juga sebaiknya memiliki target penguatannya hingga berapa. “Jika target harga tidak juga tercapai, gunakan trailing stop. Jadi, selama trennya masih naik, hold saja,” tutur Hendra.

Harga tengah WSKT pekan lalu di Rp910 yang jadi patokan untuk pekan ini dan harga tengah pekan ini di Rp1.000 yang jadi patokan sepekan ke depan. WSKT punya support di Rp920-870 dan resistance Rp1.150-1.200.

Harga tengah PTPP pekan lalu di Rp1.525 dan mid price pekan ini di Rp1.600 yang jadi patokan untuk sepekan ke depan. Dalam sepekan ke depan, support PTPP di Rp1.500-1.440 dan resistance Rp1.780-1.840.

Harga tengah ADHI pekan lalu di Rp3.375 dan pekan ini hingga Kamis (30/5/2013) di Rp3.713. Jika masih berada di atas harga tengah pekan ini, ADHI dalam sepekan ke depan kemungkinan bergerak dalam kisaran support Rp3.525-3.400 dan resistance Rp4.050 hingga Rp4.175.

“Selama chart-nya masih berada di atas MA21, rekomendasi masih buy on weakness, kemudian average up (jika naik, tambah lagi pembelian) dan terakhir pasar trailing stop jika menembus ke bawah harga tengah pekan lalu,” ujar Hendra. ([email protected])