Selasa, Oktober 22, 2019
Berita

Rupiah Diprediksi Melemah Lagi


JAKARTA, alumniITS – Kurs rupiah diprediksikan melemah pada Rabu (20/2/2013). Sentimen permintaan dolar masih tinggi
menjadi salah satu katalis pelemahan rupiah.

Pengamat pasar uang, Tony Mariano mengatakan, permintaan dolar cukup tinggi masih mempengaruhi pergerakan rupiah. Suku bunga acuan bank Indonesia masih ditahan meski inflasi ada kenaikan, sehingga positif untuk dolar AS.

Sentimen eksternal masih akan mempengaruhi pergerakan rupiah. “Notulensi pertemuan The Fed dan lelang obligasi Jerman akan menjadi perhatian pelaku pasar,” tutur Tony yang memperkirakan, pergerakan rupiah di kisaran 9.675-9.715 pada Rabu (20/2).

Analis PT Monex Investindo Futures, Zulfirman Basir menuturkan, rupiah masih melemah pada Rabu (20/2/2013). Rupiah akan bergerak di kisaran 9.680-9.750. Sentimen eksternal diperkirakan mendominasi pergerakan rupiah.

“Dari eksternal akan disibukkan pertemuan bank sentral Inggris dan pertemuan bank sentral Amerika Serikat yaitu The Fed. Ada kekhawatiran The Fed akan mengurangi pembelian asetnya sehingga akan berpengaruh terhadap pergerakan mata uang,” ujar Zulfirman seperti dilansir laman inilah.

Zulfirman memprediksikan, rupiah berada di kisaran 9.680-9.750 pada Rabu (20/2/2013).Rupiah berada di level 9.650-9.750 pada Selasa (19/2/2013). Rupiah ditutup melemah ke level 9.710 pada Selasa (19/2/2013) dari penutupan perdagangan Senin (18/2/2013) di level 9.685.([email protected])