Berita

RI-Australia Kembangkan Profesionalisme Pusat Iptek


JAKARTA, alumniITS:
Pemerintah Indonesia dan Australia mempererat kerjasama dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Bahkan, pusat-pusat ilmu pengetahuan di Australia seperti Questacon mendukung pengembangan pendidikan ilmu pengetahuan di Tanah Air.

Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Dr David Engel, ketika membuka Lokakarya Pengembangan Kapasitas Ilmu Pengetahuan Indonesia di Jakarta, hari ini, berujar, peran pusat-pusat pendidikan ilmu pengetahuan sangat vital dalam memperluas dan memperdalam pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Mereka juga  berperan dalam mendorong generasi muda untuk mempelajari ilmu pengetahuan, matematika dan rekayasa; cabang-cabang ilmu yang sangat penting untuk pembangunan ekonomi dan sosial bangsa,” ujar Engel, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya di Jakarta,  Senin (19/11/2012).

Engel mengimbuh, hubungan kerjasama Australia dengan Asia dalam ilmu pengetahuan dan penelitian akan semakin penting bagi pemerintah Benua Kanguru tersebut. Program terbaru yang diluncurkan dalam kerjasama ini adalah Australia in the Asian Century yang bertujuan mempererat hubungan Australia dengan negara-negara Asia.

Program ini, kata Engel, akan melibatkan hubungan universitas, ilmu pengetahuan dan penelitian di Indonesia. “Tidak hanya itu, program ini juga mendorong lebih banyak lagi pelajar Australia untuk menuntut ilmu di Indonesia serta mengembangkan sistem dan kapabilitas penelitian pendidikan tinggi Australia yang merupakan salah satu yang unggul di dunia,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP Iptek)  Dr. Sukro Muhab, menjelaskan, kerjasama tiga jalur antara Questacon, PP Iptek dan San Francisco Exploratorium akan berdampak luas bagi Indonesia. Salah satunya,  meningkatkan kompetensi dan keterampilan para staf di pusat-pusat ilmu pengetahuan di seluruh Indonesia dalam pengembangan gagasan dan inovasi.

“Kerjasama ini juga akan bermanfaat dalam menyebarluaskan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi di antara warga Indonesia,” kata Sukro.
 
Lokakarya yang berlangsung pada 19-30 November di PP Iptek, Jakarta, ini merupakan tahap pertama program pengembangan kapabilitas tiga-tahun antara tiga lembaga pusat ilmu pengetahuan tersebut. Kerjasama ketiganya akan membuka jalan bagi staf pusat ilmu pengetahuan Indonesia dalam program pengembangan profesional di Australia, di Questacon dan di Universitas Nasional Australia, maupun dengan Exploratorium di Amerika Serikat. (endy – [email protected])