Selasa, Oktober 22, 2019
Berita

Rekayasa Industri Bangun 12 PLTP

JAKARTA, alumniITS:

PT Rekayasa Industri (Rekind) menggarap 12 proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP), seiring potensi dimiliki Indonesia. Sejak 1993 Rekind terlibat dalam pengembangan dan pembangunan PLTP, mulai dari hanya pengerjaan konstruksi hingga menangani engineering, procurement, construction (EPC) secara terintegrasi.

“Dalam kurun waktu tersebut Rekind sudah membangun 12 PLTP dan di masa depan menargetkan pembangunan 43 PLTP dalam program pembangkit listrik 10.000 mw tahap dua,” kata Direktur Operasional Rekind Dharma Balen dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (16/10).

Dilanjutkan, berbekal pengalaman dan rekam jejak sejalan dengan kapitalisasi, dari segenap pengetahuan dari tenaga SDM yang dimiliki, Rekind optimistis bisa memberikan kontribusi yang terbaik dalam pengembangan industri panas bumi dan menjawab tantangan ketahanan energi nasional di masa datang.

Pengembangan potensi panas bumi mendapat momentum yang tepat saat ini terdorong kesadaran semakin pentingnya memperluas dan memanfaatkan sumber energi yang bersih dan ramah terhadap lingkungan.

Potensi kekayaan alam yang dimiliki Indonesia dalam bentuk panas bumi sungguh besar nilainya. Tidak kurang dari 40 persen dari total energi panas bumi dunia berada di Tanah Air, tambahnya.

Rekind saat ini tengah mengembangkan proyek investasi panas bumi yang dimilikinya yaitu WKP Cisolok Sukarame dan IPP Mamuju. Sebanyak 12 PLTP yang turut dibangun Rekind antara lain Gunung Salak Geothermal Power Plant, Sarulla Unoval, Dieng Geothermal Power Plant, Lahendong II Geothermal Plant, dan Kamujang Unit 4 Power Plant. (ndy)