Berita

Prospek Saham Perbankan Indonesia Masih Positif

JAKARTA, alumniITS:
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Ito Warsito mengatakan, investor berorientasi jangka panjang tidak ada yang merugi ketika mengempit saham perbankan. Saham perbankan di Indonesia masih layak dikoleksi sepanjang tahun depan.

“Kuncinya pilih bank yang memiliki GCG (good corporate governance) yang baik,” papar Ito dalam keterangannya seperti dilansir laman LI.com Kamis (8/11/2012)

Ito memberikan gambaran, kapitalisasi pasar Bank Central Asia (BCA) pada 2002 hanya belasan triliun rupiah. Namun saat ini sudah melejit hingga Rp 207 triliun. Kemudian harga saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) ketika IPO di level Rp 200 per saham. Dalam kurun waktu sembilan tahun, harganya sudah melejit hingga Rp 7.250 per saham.

Prospek saham sektor perbankan tahun depan dinilai masih positif. Investor bisa mengandalkan sektor ini untuk mendongkrak nilai investasinya. Begitu pun harga saham Bank Mandiri (BMRI) yang naik hampir 14 kali lipat dari harga IPO di Rp 620 per saham.

Saham perbankan juga bisa menjadi patokan dalam berinvestasi. BEI kemarin meluncurkan indeks baru yaitu indeks Infobank15. Indeks ini berisi 15 saham, dipilih dari subsektor bank yang terdapat di sektor keuangan.

Pemilihan ke-15 saham itu berdasarkan faktor fundamental, antara lain terdiri dari rating bank dan ukuran GCG. Otoritas juga mempertimbangkan nilai transaksi, frekuensi transaksi, jumlah hari transaksi, kapitalisasi pasar, serta rasio jumlah saham yang beredar (free float).

Sebelumnya BEI memiliki indeks finance yang terdiri dari 66 saham di sektor keuangan. Tapi BEI menilai indeks Infobank15 ini akan lebih mudah direplika karena jumlahnya lebih sedikit.

Presiden Direktur Jamsostek, Elvyn G Masassya, menilai bahwa saham perbankan masih layak koleksi. Dia menjelaskan, dari total dana kelolaan Jamsostek senilai Rp 130 triliun, sekitar 21% diinvestasikan di portofolio saham. Dari situ, saham bank masuk tiga besar portofolio saham Jamsostek. “Sebagai investor jangka panjang, kami menilai bank berkorelasi dengan perekonomian,” kata Elvyn.

Sektor perbankan berkontribusi cukup signifikan terhadap return investasi Jamsostek. Namun, tak semua saham bank yang dipilih. Patokan Jamsostek adalah bank berkapitalisasi pasar jumbo dengan pangsa pasar besar, serta memiliki fokus usaha yang berbeda dengan bank lainnya. Dus, saham pilihan Jamsostek antara lain BBCA, BMRI, BBRI, BBNI, dan BDMN.

Kepala Riset Archipelago Asset Management, AG Pahlevi, sepakat prospek saham bank tahun depan masih positif. “Lima bank besar diperkirakan masih bertahan, karena dana murah mereka besar,” papar dia. Dua saham lagi yang layak koleksi adalah BBTN dan BTPN. (endy – [email protected])