Kamis, Oktober 24, 2019
Berita

Proses Hilirisasi Produk Kelautan Belum Berkembang

JAKARTA, alumniITS:
Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) menilai produk kelautan Indonesia perlu dilakukan proses hilirisasi, demi peningkatan kinerja produk kelautan yang sangat melimpah. Apalagi,  Indonesia sebagai negara yang didominasi oleh laut harus bisa menunjukkan potensi kekayaan bahari yang besar.

“Produk kelautan Indonesia membutuhkan peningkatan kualitas untuk dapat berdaya saing dengan produk asing. Indonesia dikenal memiliki sumber bahan baku yang memadai, namun hilirisasinya yang belum berkembang dengan baik,” papar Ketua ARLI, Safari Azis, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (16/11).

Dicontohkan,  komoditas rumput laut saja bisa menghasilkan end product 500 jenis lebih.  Sayangnya, rumput laut belum mendapat perhatian serius untuk ditangani dan dikembangkan. Padahal rumput laut memiliki nilai jual yang tinggi.

Dikatakan, Produk akhir yang berdaya saing, diharapkan dapat meraih pasar-pasar potensial di luar pasar domestik. Indonesia harus bisa lebih melakukan inovasi-inovasi serta meningkatkan penelitian dan teknologi untukmendukung hilirisasi.

“Kita bisa belajar dari negara yang lebih maju, bagaimana mereka bisa melakukan inovasi, formulasi, dan reformulasi hingga pada teknologi processing-nya,” tuturnya.

ARLI berharap pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan mampu terus berkoordinasi untuk mempromosikan hasil kelautan Indonesia di mata dunia. “Kita harapkan range produk rumput laut bisa lebih luas lagi,” harap Azis.  (endy – [email protected])