Berita

Produksi Mobil LCGC Sasar Pasar Daerah


JAKARTA, alumniITS.com  – Produksi mobil dalam program Low Cost Green Car (LCGC) akan lebih banyak menghiasi jalan-jalan di luar daerah Jabodetabek dengan tingkat persentase sebesar 80%.

“Produksi LCGC diarahkan di luar Jabodetabek. Jadi 20% saja di Jabodetabek, sementara 80% diarahkan di luar Jabodetabek,” ucap Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi, Kemenperin, Budi Darmadi saat menjabarkan rencana program LCGC di kantor Kemenperin, Senin (10/6/2013).

Budi memaparkan, pihaknya telah melakukan survei secara sistematis agar produksi LCGC disebar ke daerah-daerah yang tidak mengalamai kemacetan. Untuk itu, pihaknya menjelaskan penerbitan regulasI LCGC tetap memberi kontribusi bagi penyebaran produksi kendaraan omotif yang merata bagi daerah.

“Agen Tunggal Pemegan Merek (ATPM) akan kami dorong untuk menyebar produksi LCGC di luar daerah yang terkonsentasi macet. Untuk itu regulasi ini memang dipikirkan juga mengenai seberan produknya,” tutur dia.

Budi berharap, dengan adanya insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM), teknologi yang dikembangkan tidak akan dibatasi. Pasalnya semakin teknologi tersebut makin tinggi maka optimalisasi penyerapan bahan bakar akan jauh lebih hemat.

Menurut dia, regulasi ini juga tidak menghilangkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang akan memberikan stimulus bagi penyerapan anggaran. Program ini murni untuk mendorong sektor industri otomotif dalam negeri berkembang pesat sehingga menekan angka importasi kendaraan.

“Pada akhirnya industri komponen nasional kita berjalan dan bisa memanfaatkan program ini. Kemajuan industri omotif suatu negara mengacu pada sejauh mana industri komponennya berkembang,” tutur dia. ([email protected])