Berita

Produksi Emas di Sumbawa Merosot, Laba Newmont Anjlok

NEW YORK, alumniITS:
Newmont Mining Corp, perusahaan emas terbesar kedua di dunia mengalami grafik penurunan laba akibat anjloknya produksi emas dan tembaga dari tambangnya di Batu Hijau, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), juga  meningkatnya beban biaya operasional.

Sepanjang kuartal III-2012, laba Newmont merosot 26% menjadi US$ 367 juta (74 sen per lembar), dari periode yang sama tahun lalu US$ 493 juta (98 sen per lembar saham). Demikian laporan  Reuters, Jumat (02/11),

Produksi emas perusahaan tambang asal AS ini di Batu Hijau anjlok menjadi 7.000 punces, dari 65 ribu ounces pada periode yang sama tahun lalu. Sedangkan produksi tembaga turun dari 41 juta pound menjadi 19 juta pound.

Newmont juga menyatakan total produksi emas pada tambangnya di seluruh dunia tahun ini bakal turun dari prediksi sebelumnya 5-5,1 juta ounces. Produksi tembaga juga diprediksi turun dari prediksi sebelumnya 145-165 juta pound.

Ongkos biaya penjualan tembaga Newmont mengalami kenaikan dua kali lipat yang menyebabkan kinerja keuangan tertekan.

Bulan lalu, Newmont mengumumkan rencananya untuk mengurangi 100 pekerja di tambang Batu Hijau untuk menekan biaya operasi akibat menurunnya produksi emas dan tembaga. Apalagi gaji untuk karyawan telah naik 25% dalam 2 tahun terakhir ini.

Para pekerja tambang di Indonesia meminta bagian yang besar dari laba yang diraup Newmont. Selain di Indonesia, produksi tembaga Newmont di Afrika, Australia, Kanada, dan AS juga turun 38% di September, sementara emas turun 5% menjadi 1,24 juta ounces. Menurunnya produksi ini membuat pendapatan Newmont di kuartal III-2012 turun 10% menjadi US$ 2,48 miliar. (endy – [email protected])