Selasa, Oktober 22, 2019
Berita

PirateBrowaser, Browsing Bebas Sensor

STOCKHOLM, alumniITS.com – Berselancar di jalur maya sebenarnya tak sepenuhnya bebas-bebas amat. Penyedia layanan internet, atau negara menyensor situs-situs tertentu agar tak dikunjungi oleh warga/penggunanya.

Kelompok yang mendirikan situs file sharing, The Pirate Bay kini merilis browser (peramban) yang dijanjikan bebas sensor dan gratis. Namanya PirateBrowser.

Situs berbagi file itu menjanjikan, browser ini bisa bebas sensor dan blokir dari penyelenggara jasa internet (ISP) ataupun sensor negara. Mereka menyatakan, jJika anda tak bisa mengakses situs The Pirate Bay atau Torrent, dengan browser ini tinggal satu klik masalah itu selesai.

“Tanpa iklan, toolbar, trojan atau tetek bengek lainnya,” tulis mereka seperti dilansir laman PIRATEBROWSER, Rabu (14/8/2013).

Bagi pengguna internet seperti Iran, Korea Utara, Inggris dan tentu juga di Indonesia, PirateBrowser adalah peramban yang berguna.

Walau bisa mengakali sensor ataupun blokir, namun PirateBrowser tak membuat penggunanya bisa menjelajah dunia maya secara anonim. Browser ini hanya untuk menghindari sensor memakai jaringan Klien TOR.

Klien TOR. TOR adalah software bebas dan jaringan terbuka yang membantu pengguna lepas dari pengawasan dunia maya.

Pembesut browser ini, The Pirate Bay memang dikenal dengan aktivitas berbahaya. Didirikan di Swedia sepuluh tahun lalu, mereka mengusung kebebasan dan bagi-bagi file secara bebas. Namun banyak pihak juga yang menuding mereka ilegal dan melanggar hak cipta. Pengadilan Swedia, empat tahun lalu mengganjarnya dengan denda US$ 3,5 juta. (endy)