Kamis, Oktober 24, 2019
Berita

Perumahan Berbasis Serat Optik Ditawarkan di Bogor

 

BOGOR, alumniITS:

PT Cyberindo Persada Nusantara meluncurkan perumahan berbasis serat (fiber) optik pertama di Indonesia dengan investasi sebesar US$ 20 juta atau setara Rp 200 miliar. Perumahan yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat, tersebut menjadi bagian dari kawasan terpadu Cyber Park Indonesia seluas total 13 hektar (ha).

Dedi Yudiant, Chief Executive Officer Cyberindo Persada mengatakan, kawasan Cyber Park Indonesia dibangun dengan dilatarbelakangi munculnya era ledakan internet di Tanah Air dengan maraknya penggunaan Facebook, Twitter, Yahoo, dan Google.

“Di kawasan ini kami membangun perumahan yang mengadopsi teknologi canggih dengan fasilitas serat optik hingga 100 Mbps di setiap rumah,”” ujar Dedi di Jakarta, Kamis (11/10).

Dedi menjelaskan, Cyber Park Residence memiliki fasilitas Fiber Optic To The Home untuk memudahkan koneksi internet sehingga penghuni rumah bisa melakukan segala aktivitas ber- basis teknologi.

“Target kami adalah para pasangan muda yang mempunyai passion dalam bisnis online atau teknologi. Suasana di dalam kompleks juga memungkinkan untuk para programmer,” kata dia.

Untuk tahap awal, Cyber Park Indonesia akan mengembangkan kawasan hunian seluas empat hektar dengan total 264 unit rumah.
“Dana yang dibutuhkan sebesar Rp 200 miliar dengan kombinasi pendanaan 20% dari BTN dan sisanya kas internal serta penjualan awal (pre-sales),” ujar Dedi.

Selanjutnya, di kawasan berbasis ICT (information and communication technologies) tahap I tersebut akan dibangun perkantoran, hotel yang menggandeng Kagum Group, sekolah, restoran dan permainan, serta pusat ekspo.

Kemudian pada tahap selanjutnya bakal dikembangkan vila-vila, pertokoan, pertanian, rumah ibadah, dan komunitas cyber. “Seluruh properti yang ada di kawasan terpadu Cyber Park Indonesia diberi awal cyber. Fasilitas lainnya akan menunjang pembangunan dan kemajuan daerah secara menyeluruh tidak hanya di kawasan ini saja,” papar dia.

Dedi optimistis, Cyber Park Residence akan terjual seluruhnya dalam dua tahun ke depan. Potensi ini cukup besar mengingat belum adanya lokasi wisata cyber yang dikemas dengan eduitainment yang menjadi kebutuhan di masa informasi saat ini.

“Dari total 100 unit pada klaster tahap 1, kami sudah berhasil menjual 30% atau 30 unit. Untuk menyediakan koneksi hingga 100 Mbps kami sudah menggandeng operator asal Singapura,” jelas dia.

Perumahan ini memiliki lima tipe rumah yang ditawarkan yakni Copper (60/90), Satellite (62/105), Wireless (75/120), dan Optik (102/193). Rumah tersebut dibanderol dengan harga mulai Rp 630 juta hingga Rp 1,2 miliar per unit.

Cyber Park Indonesia seluas 13 ha terletak di Jalan Jambu, Bogor, Jawa Barat, yang bersebelahan dengan proyek Bakrie Nirwana Residence (BNR).

Cyber Park Indonesia ditargetkan menjadi wadah untuk memfasilitasi pelaku ekonomi kreatif digital, sekaligus mewujudkan mimpi-mimpi para pelaku ICT tentang sebuah kawasan ICT yang terpusat dan terpadu di Indonesia.

“Kawasan Cyber Park Indonesia tidak hanya akan menjadi kawasan ICT terpadu secara physically infrastructure, namun juga akan menjadi pusat pembangunan ICT berbasis kreativitas, pembangunan karakter, dan inkubator bisnis dan kewirausahaan berbasis digital kreatif,” papar Dedi seperti dilansir beritasatu.com. (ndy)