Berita

Perbankan Pelit Biayai Komoditi Ekspor

JAKARTA, alumniITS:

Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan menilai perbankan nasional sangat pelit membiayai komoditi ekspor. Selama ini pembiayaan produksi komoditi ekspor lebih banyak dilakukan perbankan internasional.

“Kini  akibat resesi dunia pembiayaan perbankan internasional menyusut. Akibatnya kapasitas produksi industri nasional menurun dan berimbas pada melemahnya kinerja ekspor Indonesia. Kami harapkan bank nasional lebih agresif. Kalau tidak didukung pembiayaan akan memperlambat perdagangan,” papar Mendag Gita Wirjawan di JIExpo, Jakarta, Rabu (17/10).

Menteri melanjutkan peran aktif perbankan nasional dalam meningkatkan ekspor Indonesia sangat diharapkan. Sehingga tidak ada hambatan pembiayaan dalam bertransaksi ekspor.

Selain itu, lanjut dia, bank nasional harus mendukung secara maksimal para eksportir dalam negeri agar kendala di dunia perbangkan bisa dihilangkan.

Komoditi Indonesia yang menjadi primadona antara lain tekstil, makanan, CPO, karet, ban. Produk unggulan tersebut menjadi incaran di negara-negara tujuan ekspor baru atau non tradisional seperti negara-negara di Afrika, Timur Tengah dan Amerika Latin. “Bahkan sudah ada pesanan dari negara Asia Pasifik yang memesan panser,” katanya.

Gita menegaskan diharapkan komoditi elektronik, mobil dan motor dapat juga menggenjot kinerja ekspor Indonesia melalui negara non tradisional tersebut. “Kebutuhan negara-negara non tradisional terhadap komoditi ini cukup besar,” ujarnya

Ketua Asosiasi Penguasaha Indonesia Sofyan Wanadi yang menyatakan salah satu kendala ekspor yaitu bank nasional tidak mempunya koresponden di negara tujuan ekspor Indonesia.

“Saya mengharapkan bank-bank di negera kita mempunyai koresponden di negara tujuan ekspor kita, sehingga perbankan bisa membantu perdagangan kita,” tandasnya. (ndy)