Kamis, Oktober 24, 2019
Berita

Pengembang Dituntut Bangun Perkantoran Sesuai Gaya Hidup

 

SURABAYA, alumniITS:

Pengembang gedung perkantoran dituntut untuk berinovasi menciptakan produk-produk yang sesuai denga tren ruang dan gaya hidup bekerja masa kini.
 
Mengingat saat ini, ritme kerja orang sudah berubah yaitu tidak lagi bekerja sesuai jam kerja tetapi bekerja hingga larut malam. Juga, dukungan teknologi informasi menjadi bagian yang tidak bisa terpisahkan dari gaya hidup bekerja modern.

“Makanya perlu ada tempat kerja yang bisa mengakomodir kebutuhan kerja seperti itu,” papar Sinarto Dharmawan, Wakil Presiden & VOO PT Intiland Development Tbk dalam diskusi bertajuk Tren Baru Ruang & Gaya Hidup Bekerja Para Pebisnis Surabaya, di Surabaya, Rabu (10/10).
 
Menurutnya, tren perkantoran di masa datang harus memenuhi setidaknya tujuh kriteria yaitu memiliki sistem informasi yang bagus, green building untuk menghemat energi, safety dan security, fasilitas pencahayaan, fentilasi, dan luas yang baik, didukung merek yang kuat, memungkinkan untuk bertemu dengan klien, dan lingkungan kerja yang nyaman.
 
“Kriteria-kriteria ini sebenarnya yang dulu dipertanyakan lagi. Kalau mono-use sekarang tidak zamannya lagi. Singapura yang dulu menerapkan mono-use sekarang tidak lagi diterapkan,” jelasnya, seperti dilansir bisnis.com.

Pakar Statistis Institut Teknologi Surabaya (ITS) Kresnayana Yahya mengatakan harga tanah khususnya di pusat kota seperti Surabaya terus merangkak naik sehingga tidak ada pilihan lain bagi pengembang selain mendirikan bangunan tinggi (high rise building).
 
“Bisnis model yang akan berjalan adalah bagaimana orang mikir increase reveneu tapi juga cost cutting,”katanya.
 
Dosen Arsitektur Universitas Petra Benny Poerbantanoe mengatakan sudah seharusnya para arsitek mendasarkan pembangunan sesuai dengan nilai-nilai manusia. “Design bangunan tropis jangan diterapkan di wilayah non-tropis,”katanya.
 
Yantje Wongso, Pengusaha dan Pendiri PT Biru Semesta Abadi (pewaralaba isi ulang air bermerek Biru), mengakui ritme kerja yang dilakoninya membutuhkan sebuah tempat berkerja yang bisa meningkatkan nilai tambah bagi bisnisnya.

“Teknologi menjadi hal yang luar biasa karena bisa menjadi jembatan komunikasi dengan mitra,”jelasnya. (ndy)