Berita

Penerbitan Sukuk untuk Perlancar Proyek Pemerintah


JAKARTA, alumniITS – Penjualan Sukuk Negara Retail selalu laris manis apabila menggunakan proyek infrastruktur pemerintah sebagai basis (underlying asset) dalam menerbitkan instrumen investasi. Tak heran, jika pemerintah Indonesia memproyeksikan penerbitan pembiayaan syariah tahun ini bisa mencapai Rp 53 triliun.

“Dari nilai itu sebesar Rp 10 triliun bersumber dari sukuk, retail Rp 15 triliun serta Sukuk Dana Haji Indonesia (SDHI) yang nilainya masih belum diketahui karena menunggu Menteri Agama. Serta sisanya berasal dari penerbitan lelang dua kali dalam sebulan,” ujar Direktur Pembiayaan Syariah DJPU Kementerian Keuangan, Dahlan Siamat, Jumat (8/2).

Proyeksi tersebut, lanjut dia, bakal digenjot melalui penerbitan portofolio investasi yang mengandalkan aset proyek infrastruktur pemerintah, seperti proyek dari Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU), dan Barang Milik Negara (BMN).

Dahlan mencontohkan, Sukuk Negara Retail SR-005 yang hari ini baru saja dirilis menjadikan proyek Kementerian Pekerjaan Umum sebagai underlying asset.

Proyek tersebut ntara lain, proyek jalan layang, underpass, pembangunan maupun revitalisasi jalan dan jembatan, jalan tol dan sebagainya.

“Investor biasanya suka dengan dengan proyek-proyek riil. Jadi penawaran ini juga bisa menambah dana pemerintah untuk mempercepat pembangunan proyek yang ada di daerah, sehingga Kementerian dan Lembaga semakin semangat mengajukan proyek,” tandas dia.

Dahlan berharap, penerbitan Sukuk Negara Retail Seri ke-5 itu dapat meraup dana sebesar Rp 15 triliun. “Tahun ini, kita juga akan merilis sukuk khusus untuk membiayai proyek jalur kereta api ganda dari Cirebon-Prupuk,” pungkas dia.

Dia mengungkapkan, pihaknya berupaya menerbitkan instrumen investasi yang sesuai dengan proyek pemerintah. Sehingga mampu memberi kontribusi terhadap APBN.

Sekadar informasi, pendanaan proyek jalur kereta api sepanjang 800 kilometer (km) itu direncanakan berasal dari penerbitan sukuk senilai Rp 1,6 triliun. ([email protected])