Berita

Peneliti Kembangkan Deteksi Sisa Umur


LANCASTER, bisniswisata.co – Perangkat berbentuk arloji ini diciptakan untuk meningkatkan gaya hidup sehat bagi penggunanya. Alat ini menggunakan laser untuk menganalisa sel-sel kritis di pembuluh darah di bawah kulit. Sel-sel endotel merupakan indikator penting kesehatan manusia.

Penemu alat ini, sebagaimana dilansir Dailymail, Senin (12/8/2013) mengatakan temuannya mampu memonitor sel-sel tersebut sehingga bisa menidentifikasi sel-sel yang mengalami penuaan dini.

Para ahli fisika dari Lancaster University yang menemukan teknik tersebut akan menggunakan informasi yagn tersedia untuk meningkatkan kualitas kesehatan. Sejumlah perhatian serius pun diberikan untuk penemuan ini.

Orang-orang bisa saja mengubah gaya hidup mereka ke arah yang lebih positif. Sementara lainnya justru melakukan hal sebaliknya. Perusahaan asuransi dan pensiun juga dapat menggunakan informasi ini untuk mengubah premi dan pembayaran.

Setelah tes tersebut disempurnakan, para peneliti mengklaim bahwa alat tersebut dapat memprediksi sisa usia penggunanya. Misalnya, bila seseorang tidak mengubah gaya hidupnya, maka ia akan meninggal dalam 20 tahun ke depan.

Analisis endotelium – lapisan sel endotel di pembuluh darah yang disebut kapilaris – juga dapat memprediksi apakah seseorang mengidap kanker atau demensia.

Setelah menciptakan alat eksperimen berukuran besar, kini para peneliti tengah mendesain prototipe dengan ukuran yang lebih kecil. Prototipe ini diharapkan bisa digunakan di pergelangan tangan. Menurut para peniliti, jika didukung oleh dana yang memadai mereka bisa membuat versi miniatur untuk pasar dalam setahun.

Eksperimen yang menelan dana ratusan pound ini bisa digunakan oleh masyarakat untuk memonitor kesehatan mereka di rumah serta di rumah sakit. Para dokter bisa menggunakan alat ini untuk membandingkan usia biologis pasien dengan usia kronologis mereka. Dengan demikian, dokter bisa memberikan gambaran bagaimana penuaan pada pasien terjadi.

Dalam sebuah tes yang melibatkan 220 orang sehat, ditemukan bahwa beberapa dari mereka dapat mengalami penuaan lebih cepat dan lebih lambat dari yang diharapkan.

“Tak lama lagi alat seharga £200 hingga £300 (Rp 3.185.560 – 4.778.353) ini dapat dimiliki oleh setiap orang agar dapat digunakan di rumah. Kami harap ini bisa mendorong masyarakat untuk merawat kesehatan mereka,” kata pemimpin proyek Professor Aneta Stefanovska.

Stefanovska bersama rekan sesama peneliti Profesor Peter McClintock telah mematenkan alat tersebut. “Kami ingin melihat satu dari tiap operasi. Alat ini akan sangat berguna. Apapun yang ada di sistem kardiovaskular, apakah gejala stroke atau serangan jantung, dapat dideteksi di endotelium. Ini juga memproduksi sejenis bahan kimia yang bisa berefek ke jaringan lainnya. Endoteliun adalah organ yang penting. Tapi banyak orang tidak memperhatikannya,” ujar McClintock.

McClintock mengakui, tidak semua orang menggunakan informasi yang disediakan oleh alat tersebut dengan baik. “Anda mungkin merasa terlalu cepat tua. Lalu Anda mengubah gaya hidup dengan mengatur pola makan dan rajin berolahraga,” dia menandaskan. (endy)