Berita

Pangsa Pasar Semen Gresik Domestik Capai 40,6 %

JAKARTA, alumniITS:
PT Semen Gresik (SMGR) Tbk mencatatkan produksi semen 18,2 juta ton hingga Oktober lalu, atau tumbuh 13,2 persen dibandingkan periode sebelumnya. Sementara penjualan semen di pasar domestik tumbuh 13,6 persen menjadi 18,13 juta ton.

“Semen Gresik tetap menjaga market share di atas 40,6 persen, atau masih mencatat sebagai market leader,” ujar Direktur Utama SMGR Dwi Soetjipto pada Investor Summit 2012, Jakarta, Rabu (28/11).

Dikatakan, konsumsi semen nasional tercatat tumbuh menjanjikan. Meskipun penjualan terbesar masih berada di Jawa, namun pertumbuhan konsumsi di luar pulau Jawa juga masih cukup pesat.

Hingga Oktober 2012, konsumsi semen di Maluku dan Papua melonjak 50,2 persen dan Kalimantan meningkat 20,9 persen. “Pesatnya pertumbuhan pasar luar Jawa akan dihadapi strategi pemasaran dan distribusi yang terpadu,” ujarnya.

Hingga September 2012 perseroan telah membukukan pendapatan sebesar Rp 13,67 triliun atau meningkat 17,7 persen dibanding periode sebelumnya.”Dari pendapatan yang meningkat, laba bersih juga meningkat 22,8 persen menjadi Rp 3,38 triliun,” ujarnya.

Selain itu, kinerja perseroan di pasar modal sejak 2005 hingga November 2012 meningkat 700 persen melampaui Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada kurun waktu bersamaan yang tumbuh 327 persen.”Hal tersebut menunjukkan kepercayaan investor sangat tinggi kepada SMGR,” tutupnya.

Alumni ITS Surabaya melanjutkan Semen Gresik melakukanproses transformasi menuju strategic holding Semen Indonesia efektif pada 7 Januari 2013. Proses transformasi itu dilatarbelakangi peningkatan persaingan dan perkembangan industri semen serta kebutuhan pengembangan perusahaan.
 
Pada bulan depan, lanjutnya, perseroan berencana meminta persetujuan kepada pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada Desember 2012.”Jika sudah dapat persetujuan, kami harapkan sudah bisa efektif dengan nama PT Semen Indonesia Tbk per 7 Januari 2013. Dengan demikian, fungsi holding dan operasional dapat dipisahkan,” ujarnya,
 
Dwi menjelaskan pembentukan strategic holding menjadi Semen Indonesia didesain akan menjadi holding bagi Semen Padang, Semen Gresik, dan Semen Tonasa. Adapun sebagai induk usaha, perseroan berpeeran dalam lingkup kegiatan strategis a.l cash management, keuangan dan akuntansi, investasi dan capex, marketing, procurement, produksi, legal, risk management.
 
“Semen Indonesia hanya akan menjadi perusahaan induk, sedangkan yang bermain di pasar tetaplah Semen Gresik, Semen Padang, dan Semen Tonasa. Merek-merek itu telah memiliki kekuatan yang kuat di pasar dengan karakteristiknya masing-masing,” tuturnya.
 
Pada perdagangan siang ini, harga saham emiten berkode SMGR berada pada level Rp14.200, melemah 1,73% dari penutupan sebelumnya dan menjadikannya berkapitalisasi pasar sebesar Rp84,23 triliun.
(endy – [email protected])