Berita

MyShortCart Bikin Belanja Online Lebih Mudah


JAKARTA, alumniITS.com  – Makin pesatnya perkembangan e-commerce di Indonesia, membuat Doku sebagai industri pembayaran online terintegrasi harus terus menghadirkan inovasi dalam layanannya.

Setelah mengeluarkan Doku Wallet sebagai solusi pembayaran online untuk anak muda yang belum memiliki kartu kredit dan tabungan di bank, sekarang Doku meluncurkan solusi lain dalam bertransaksi online, yakni MyShortCart (MSC)

“Di dunia perkembangan e-commerce mencapai 17 persen hingga saat ini. Dan dua negara yang memimpin adalah China dan Indonesia. Untuk di Indonesia sendiri proyeksi tren belanja online mengalami peningkatan hingga 70 persen di 2013,” ujar Dhenu Wiarsandi, Head of Business Development DOKU pada peluncuran MyShortCart di YEYO Lobby and Eatery, Jakarta, Jumat (5/7).

Dengan fakta tersebut, Dhenu menambahkan bahwa saat ini kebiasaan berbelanja masyarakat sudah berubah. Menurutnya jalur online sering dipilih karena lebih praktis.

“Namun, dalam bisnis online hal yang paling penting adalah faktor kepercayaan. Penjual harus bisa membangun kepercayaan konsumen dengan baik. Apalagi dalam hal pembayaran. Jalur COD (Cash On Delivery) sering dipilih dalam bertransaksi, tapi jalur tersebut terkadang juga merepotkan kedua pihak,” imbuh Dhenu.

Dhenu menambahkan, bahwa dalam COD cukup sering merepotkan penjual dan konsumen saat mereka harus kopi darat atau janji bertemu di suatu tempat.

“Untuk mempermudah proses transaksi tersebut, Doku menawarkan MyShortCart (disingkat MSC) sebuah sistem pembayaran yang mudah dan tentunya juga aman. Bila konsumen membayar via MSC maka uang mereka tidak langsung diterima oleh penjual hingga barang yang dibeli sampai ke tangan mereka dengan selamat,” jelas Dhenu.

Menurutnya sistem pembayaran dengan MSC ini tentu sangat membantu konsumen yang faktor kepercayaannya belum benar-benar terbangun dengan si penjual.

“Semua informasi dari pengiriman barang hingga pembayaran akan diterima kedua pihak (penjual dan pembeli) melalui email. Dengan mengkonfirmasi barangnya sudah diterima maka, secara otomatis sistem kita akan mencairkan uang tersebut,” tambahnya.

Dia juga mengatakan bahwa tidak ada minimum dam maksimum pembayaran. Semuanya tergantung dengan limit kartu kredit konsumen atau saldo di rekening.

“Potongannya juga normal. Untuk kartu kredit hanya dikenakan 3,5 persen, untuk transfer antar rekening hanya lima ribu rupiah dan bila menggunakan Doku Wallet hanya 2 persen,” tandas Dhenu.

Doku MSC ini difokuskan hanya untuk konsumen dewasa. Karena pada saat registrasi selain mengisi lembaran data diri konsumen juga diwajibkan untuk meng-upload dokumen NPWP dan KTP.

“Kita juga akan memberitahu konsumen bila si penjual memiliki rekening palsu atau curian. Sistem Doku fraud screening dapat memfilter transaksi-transaksi yang mencurigakan” jelasnya.

Doku MSC bisa dipakai di semua platform social media dan terjangkau karena bebas dari biaya set up maupun biaya berlangganan.

Kemudian para netpreuner (penjual online) juga dimudahkan dengan berjualan dilengkapi link pembayaran atau integrasi web yang mudah karena tersedianya API dan plugs-in untuk berbagai jenis online shopping cart.

Namun, Doku MSC ini belum bisa melayani sistem pemesanan pre-order dan juga belum bisa merubah mata uang bila transaksinya melibatkan 2 mata uang yang berbeda.

“Tapi tentunya kita akan terus mengembangkan semua produk Doku untuk mempermudah netpreuner dan konsumen,” tandas Dhenu.

Doku MSC mulai tersedia hari ini dan bisa diakses melalui http://www.myshortcart.com. (endy)