Berita

Minyak Mentah Berakhir Mixed

NEW YORK, alumniITS  – Minyak mentah AS melemah pada Jumat (8/2/2013) dengan kekhawatiran terjadinya krisis politik di kawasan Timur Tengah. Minyak mentah AS jenis lihgt sweet untuk pengiriman Maret melemah 79 sen, atau 0,8%, menjadi US$95,83 per barel. Level ini merupakan yang terendah sejak 23 Januari.

Investor mengalami peningkatan kekhawatiran atas perkembangan isu nuklir di Iran dan masalah politik di Tunisia memberikan dorongan pada harga minyak mentah Brent di London. Harga minyak mentah jenis Brent naik 51 sen, atau 0,4%, menjadi US$117,24 per barel.

Sementara harga emas melemah karena tertekan menguatnya dolar AS. Emas untuk pengiriman April melemah US$7,50, atau 0,5%,

menjadi US$1.671,30 per troy ons. Untuk euro turun tajam, yang membantu penguatan dolar AS setelah Presiden ECB, Mario Draghi mengatakan bank sentral Eropa tengah memantau penguatan euro akan berdampak pada inflasi.

Dari bursa saham AS berakhir melemah setelah investor melakukan aksi jual, terutama sektor energi. Indeks Dow Jones melemah 0,3% ke 13.944,05. Untuk indeks S&P lebih rendah 0,2% setelah 1.09,39 yang seiring dengan penurunan saham bahan baku dan energi. Indeks Nasdaq turun 0,1% ke 3.165,13.  ([email protected])