Berita

Mesir Bergejolak, Harga Minyak Dunia Menanjak


NEW YORK, alumniITS.com – Harga minyak mentah dunia naik di atas US$ 100 per barel pada perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB) di tengah meningkatnya kekhawatiran krisis politik di Mesir akan mengganggu pengiriman minyak dari Timur Tengah.

Seperti dikutip dari Xinhua, Kamis (4/7/2013), harga minyak Amerika Serikat (AS) mencapai level tertinggi dalam 14 bulan terakhir karena para pedagang khawatir di Mesir dapat mempengaruhi produksi minyak dan transportasi di Timur Tengah. Pasalnya, Terusan Suez dan beberapa pipa membuat Mesir menjadi jalur utama pengiriman minyak dari Timur Tengah ke Eropa dan AS

Minyak mentah jenis West Texas Intermediate untuk pengiriman Agustus naik US$ 1,64 menjadi US$ 101,24 per barel di New York Mercantile Exchange.

Begitupun harga minyak Brent untuk pengiriman Agustus kiga terkerek naik US$ 1,76 menjadi US$ 105,76 per barel.

Penurunan terbesar pada stok minyak mentah AS juga mendukung harga minyak.

Energy Information Administration(EIA) mengatakan pasokan minyak mentah turun secara signifikan pada pekan lalu. Cadangan minyak mentah AS menyusut 10,3 juta barel menjadi 383,8 juta barel untuk pekan yang berakhir 28 Juni melebihi ekspektasi analis dari penurunan sebesar 3 juta barel.

Pasokan bensin turun 1,7 juta barel menjadi 223,7 juta barel. Analis memperkirakan kenaikan sebesar 1 juta barel. Laporan EIA juga menunjukkan kilang AS beroperasi pada 92,2% dari kapasitas total.

Di sisi ekonomi, pasar kerja AS menunjukkan peningkatan yang stabil. Pada pekan yang berakhir 29 Juni, klaim pengangguran awal turun 5.000 menjadi 343 ribu, dari angka revisi minggu sebelumnya 348.000, menurut laporan Departemen Tenaga Kerja AS.

Investor juga mengawasi laporan non-farm payroll karena kelanjutan kebijakan pelonggaran kuantitatif Bank Sentral AS (The Fed) sangat tergantung pada perbaikan pasar tenaga kerja. (endy)