Berita

Mendikbud : 3 Faktor Pendorong Daya Saing


JAKARTA, alumniITS:
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh menilai daya saing menjadi hal yang sangat penting di era globalisasi. Jika Indonesia ingin meningkatkan daya saing di dunia internasional, harus melakukan pembenahan secara total. Pembenahan merupakan dasar-dasar dari sumber pertumbuhan ekonomi, serta peningkatan sumber daya manusia.

“Berdasarkan global kompetitif indeks, ada tiga hal yang  perlu diperhatikan untuk meningkatkan daya saing. Poin pertama, basic inquirement, atau kebutuhan dasar, seperti pendidikan dan infrastruktur dasar,” kata  Mendikbud pada pembukaan Ikatan alumni (IKA) ITS Business Summit 2012 mewakili Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Balai kartini, Jakarta, Jumat  (23/11).

Bila kebutuhan dasar terpenuhi, lanjut menteri, akan membuat pertumbuhan manusia yang kuat. Namun, untuk memajukan

kebutuhan ini diperlukan cara yang kerja keras dan cerdas. Dicontohkan, sekarang jam kerja selama 8 jam. Ini harus dirubah menjadi 14 jam, karena tanpa perubahan maka akan sulit ada meningkatkan daya saing.

“Selain itu, tahun 2013 kami menerapkan pendidikan wajib 12 tahun, memang tahun depan enggak banyak berubah, tapi lihat tiga sampai lima tahun ke depan, pasti akan perubahan yang signifikan” tandas mantan Rektor ITS.

Poin kedua, adalah efisiensi dan pertanggung jawaban. “Daya saing harus diiringi dengan berbagai efisiensi di semua lini. Efisiensi waktu, tenaga, pola pikir yang strategis serta mampu membaca situasi harus diasah mulai kini,” jelasnya/

Poin terakhir yakni, inovasi, dan inovatif yang membawa unsur keunikan. Untuk menjadi kreatif dibutuhkan sesuatu yang unik, dibutuhkan sesuatu yang berbeda. “Nah, ketiga hal ini, perlu dilakukan secara sinergi. Juga dapat dibenahi dalam skala individu, perusahaan, maupun bangsa. Bukan tidak mungkin Indonesia dapat meningkatkan daya saingnya,” harapnya. (endy – redaksi[email protected])