Selasa, Oktober 22, 2019
Berita

Mantan Rektor ITS Buka Kongres IKA Elits ITS

JAKARTA, alumniITS:
Muhammad Nuh, mantan rektor ITS yang kini menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan secara remi membuka  Temu Akbar dan Kongres alumni Teknik Elektro Institut Tehnologi Sepuluh November (ITS) di Hotel Sahid Jakarta, Sabtu (20/10).

“Baru kali ini alumni digelar temu akbar dan kongres alumni teknik elektro ITS yang sangat luar biasa hebatnya. Dan ini belum pernah terjadi. Saya sangat kagum,” papar Muhammad Nuh saat mengawali  sambutannya.

Dilanjutkan, kenapa acara ini bisa terjadi, digelar secara rapi, bagus bahkan tepat waktu. “Ada tiga jawabannya. Pertama karena takdir. Kedua ternyata kita bisa bersatu dan bersama-sama untuk menggelar acara ini sehingga akan terjadi kekuatan yang sangat luar biasa untuk mengadakan event seperti ini,” katanya.

M. Nuh meneruskan jangankan urusan almuni yang begitu banyak. Urusan badan jika tidak bisa menyatukan, dapat membuat kita stroke. Karenanya, menangani urusan sosial kemasyarakatan, organisasi hendaknya kita bisa bersatu demi kemajuan bangsa ini.

“Ayo alumni Teknik Elektro bisa dan mampu, InsyaAllah pasti bisa. Tidak ada yang tidak bisa kita kerjakan, karena tuntutan ke depan membangun negeri ini samakin berat. Dan ini tugas kita bersama untuk membangunnya,” pesannya.

Ketiga, karena kita mau hadir pada Temu Akbar dan Kongres alumni Teknik Elektro ITS, sehingga menambah silahturahi, persahabatan sekaligus untuk kesempurnaan acara ini.

Ketua Umum PP IKA ITS periode 2011-2015, Dr. Ir. Irnanda Laksanawan M.Sc. M.End menilai kekuatan alumni suatu perguruan tinggi tidak terlepas dari komunikasi dan kerjasama, yang terjalin sejak menuntut ilmu di kampus. Team work dan kerjasama yang dibina sejak di kampus akan sangat membantu dalam membangun ikatan alumni yang solid.

Hingga kini, almuni ITS dari berbagai jurusan sudah mencapai 70.000 orang. Jumlah ini terus meningkat sejalan dengan lulusan yang kian bertambah. “Dengan pertambahan ini, akan semakin meningkatkan kreatifitas dan kemajuan dalam pembangunan negeri ini, terutama di bidang Information and communication technology (ICT) yang kini berkembang semakin pesat,” tambahnya.
 
Ketua Umum IKA Elits ITS, Muhammad Nadjib, dalam kata sambutannya yang dibacakan panitia pelaksana mengatakan selain agenda rutin memilih ketua umum dan membahas AD/ART, Kongres IKA Elits ITS juga ingin memberikan sumbangan pemikiran aplikatif kepada pemerintah di bidang ICT dan energi. “ICT penting untuk menunjang efisiensi bisnis dan industri, sedangkan energi perlu diantisipasi kelangkaannya,” tutur Nadjib.

Di arena kongres diadakan dua forum group discussion (FGD). Pertama, FGD di bidang energi dengan topic “Strategi Menghadapi Kelangkaan Energi di Masa Depan”. Dalam FGD akan hadir menjadi pembicara adalah Presiden Direktur Medco Energi Internasional Lukman Machfoedz, Ketua Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia Tjahjono Imawan, dan Anggota Komisi VII DPR Satya Wira Yudha.

Menurut Nadjib, Alumni Elektro ITS ingin lebih cepat mendorong penggunaan energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan energi fosil. “Harus diakui bahwa ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap energi minyak bumi merupakan salah satu kendala pemanfaatan energi alternatif,” ucapnya.

Padahal, minyak bumi sudah pasti akan habis. Karena itu, FGD diharapkan dapat memunculkan strategi jitu untuk mengatasi kelangkaan energi nantinya. Adapun FGD kedua mengambil topik “Transformasi ICT untuk Bisnis di Masa Depan”. Dirjen Telepatikan Kementerian Komunikasi  dan Informatika Ashwin Sasongko, Direktur Utama PT Telkom Tbk Arif Yahya, dan Direktur MNC Grup Agus Mulyantono akan hadir sebagai pembicara utama.

“Peranan ICT makin tidak bisa diabaikan. Sebagai alumni jurusan teknik elektro, kami ingin peranan ICT dalam pengembangan bisnis di Indonesia makin diperkuat,” tutur Nadjib yang juga anggota DPR.

Menurutnya, penggunaan ICT di segala lini bisnis, sekarang sudah tidak bisa dihindari. Karena itu, Indonesia tidak boleh ketinggalan dalam mentransformasikan ICT untuk bisnis di masa mendatang.

Alumni Teknik Elektro ITS telah berkiprah di berbagai bidang profesi mulai dari birokrasi pemerintahan, BUMN, swasta nasional hingga multinasional. Beberapa alumni teknik elektro ITS antara lain Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh, Anggota DPR Azam Azwan Natawijana, mantan Direktur Utama Telkom Kristiono, Direktur MNC Grup Agus Mulyantono, dan Direktur Semen Batu Raja Anas Rosjidi. (endy)