Berita

Mandulang Devisa dari Bisnis Ikan Hias

Jakarta-alumniits :

 

 

Menggeliatnya bisnis penjualan ikan hias, bahkan mampu mendulang devisa, menjadi target Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk terus mengembangkan potensi tersebut.

 

“KKP terus mengembangkan komoditas ekspor ikan hias yang bernilai ekonomis tinggi. Komoditas ikan hias air tawar memiliki pasar yang potensial untuk pangsa ekspor sehingga perlu digenjot pengembangannya demi mendongkrak devisa negara. Tercatat, nilai ekspor ikan hias pada tahun 2011 sebesar US$ 13,262 juta , dan hingga April 2012 sendiri nilai ekspornya sangat menjanjikan, yakni telah mencapai sebesar US$ 5,241 juta,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C. Sutardjo dalam acara Awarding Ceremony 2nd All Indonesia Breeder Koi Show 2012 di Cibinong, Bogor, awal pekan lalu.

 

Sharif mengatakan, pembudidaya atau breeder merupakan salah satu kunci utama dalam rantai industri ikan hias. “Pemberian awards ataupenghargaan bagi breeder khususnya ikan Koi sebagaimana dalam acara ini, saya pandang sangat penting dan strategis dalam memperkuat dan mempromosikan industri ikan hias, baik pada skala nasional maupun internasional. Di samping itu, para pembudidaya ikan hias berperan fundamental dalam menciptakan nilai tambah. “Nilai tambah seekor ikan hias dapat mencapai puluhan bahkan ratusan juta rupiah, tentunya hal ini merupakan suatu prestasi yang membanggakan sekaligus secara ekonomis menguntungkan.” Imbuhnya.

Saat ini, perkembangan bisnis produk perikanan non konsumsi di Indonesia, khususnya komoditas ikan hias mengalami perkembangan yang cukup pesat di samping memiliki prospek yang menjanjikan secara ekonomi.
Tercatat, trend vol
ume ekspor ikan hias telah mencapai peningkatan
hingga 11,56 persen. Sedangkan, data yang terakumulasi sejak 2007
hingga 2011 lalu itu nilai ekspor ikan hias sudah mencapai peningkatan
sebesar 23,36 persen pada periode yang sama.

Hal tersebut tidak terlepas dari keberadaan lima negara pengimpor ikan
hias dari Indonesia. Kelimanya adalah Singapura, Jepang, Amerika
Serikat, Malaysia dan China yang mampu menyumbang devisa dari ikan
hias dalam lima tahun terakhir. 

 

Saat ini sentra produksi ikan hias tersebar di beberapa daerah di Indonesia, seperti Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara. Sedangkan untuk ikan Koi, sentra produksi di wilayah Jawa Timur, Jawa Barat, dan DI Yogyakarta.  (guh)