Selasa, Oktober 22, 2019
Berita

Mahasiswa Despro ITS Pamer Mainan Multifungsi

SURABAYA, alumniITS.com – Dunia anak-anak selalu identik dengan beragam permainan. Dalam perkuliahan di Jurusan Desain Produk Industri (Despro) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, para mahasiswa pun mempelajari lebih dalam desain mainan ini melalui mata kuliah (matkul) mayor desain produk dua.

Di akhir perkuliahan, para mahasiswa diminta membuat Final Project (FP) berupa mainan yang memang dirancang khusus untuk anak-anak yang dipamerkan di khalayak ramai. Tidak sembarangan, permainan tersebut harus melibatkan studi antrophometri, ergodesain, dan filosofi yang khusus untuk anak-anak.

Tahun ini, para mahasiswa mengusung tema Play :3 dan menunjuk Mall Pakuwon East Cost Center, Surabaya sebagai lokasi pameran. Berbagai karya tersebut sukses menarik perhatian para pengunjung bahkan tidak sedikit yang ingin mencoba permainan tersebut.

Menurut Ketua Pelaksana Play :3 Aditya Mumtaz, acara serupa sudah berjalan selama tiga kali sejak 2011. Inisiator pertama adalah mahasiswa Prodi Desain Produk angkatan 2009.

“Tema yang diambil kala itu juga tema mainan tetapi lebih spesifik pada mainan anak jenis sepeda. Tapi untuk tahun ini temanya Grow Up and Play,” tutur Mumtaz, seperti disitat dari ITS Online, Rabu (26/6/2013).

Dia menjelaksan, Grow Up and Play berarti sebuah mainan yang bisa disesuaikan. Tidak hanya mempunyai satu sisi bentuk mainan saja tetapi juga bisa diatur lagi untuk mendapatkan bentuk mainan lain.

“Seperti karya Hi-Bird ini, rodanya bisa diatur sehingga bisa jadi mainan jungkat-jungkit atau mobil-mobilan. Karena hal itu, tema kali ini tak hanya menguji konsep ide para mahasiswa calon desainer,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, dalam pameran kali ini, setiap peserta harus membuat permainan yang minimal 80 persen terbuat dari kayu. Sisanya menggunakan material bebas. Sedangkan proses pembuatannya, bisa menggunakan jasa tukang atau mencoba membuat sendiri dengan memanfaatkan Laboratorium Bengkel Produk di kampus Despro.

Terdapat total 49 jenis karya desain mainan yang dipamerkan kali ini. “Di sini setiap mahasiswa harus bisa menjelaskan karya desainnya kepada pengunjung. Client yang berminat terhadap suatu karya juga bisa bernegosiasi sendiri dengan teman kita,” ujar mahasiswa asal Karanganyar, Solo itu