Kamis, Oktober 24, 2019
Berita

LIPI Kenalkan Sedan dan Bus Listrik

JAKARTA, alumniITS.com –  Seolah tak ingin ketinggalan dari negara-negara maju, di acara rangkaian Hari Ulang Tahun Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang ke-46 tahun, LIPI memamerkan mobil listrik terbaru buatannya.

Mobil ramah lingkungan yang diberi nama Havina itu terdiri dari dua varian, yakni mobil sedan dan bus lengkap dengan fungsi executive meeting.

Menteri Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta, mengatakan, sebenarnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono lebih menginginkan produk berjenis bus, bukan sedan. Mengapa? Karena, menurutnya, bus lebih mampu mengangkut banyak orang dan sangat mungkin menjadi transportasi massal. Selain itu, kendaraan ini akan membuat udara di Indonesia lebih bersih.

“Tapi, mobil sedan listrik ini sangat nyaman dikendarai, walaupun sudah sekitar empat tahun saya tidak nyetir,” kata Gusti di acara Soft Launching Electric Car LIPI Green Technology, di Puspitek, Serpong, Senin (26/8/2013).

Gusti menambahkan, mobil listrik ini baru berbentuk prototipe dan belum diprosuksi massal. Selain itu, yang memproduksi mobil listrik ini adalah industri, peneliti hanya menciptakan teknologinya.

“Langkah pemerintah dari sebuah produk prototipe adalah dengan mengundang para industri untuk memapaparkan apa kelebihan dan kekurangannya, selanjutnya kita lihat, vendor mana yang mau memproduksinya,” terang Gusti.

Selain itu, dia juga menyampaikan, harga dari mobil listrik memang mahal, tapi apabila produk ini diproduksi massal, harganya bisa turun sebesar 30 persen dari harga prototipe, dihitung dari potensi pasar yang ada. Apalagi, kalau pajaknya dikurangi, harganya akan lebih murah lagi.

“Sudah ada Peraturan Presiden mengenai mobil murah ramah lingkungan atau Low Cost Green Car (LCGC). Pajaknya diringankan atau dihilangkan sama sekali, sehingga biaya produksi bisa ditekan, lebih murah,” jelas Gusti.

“Apabila mobil listrik ini bisa diproduksi secara massal, saya harapkan penggunaannya dikhususkan di dalam negeri terlebih dahulu, karena untuk mengurangi pencemaran udara di Tanah Air,” tutup Gusti. (endy)