Kamis, Oktober 24, 2019
Berita

Layanan Aplikasi WeChat Semarakan Pasar Indonesia


JAKARTA, alumniITS:
Popularitas WeChat, layanan komunikasi sosial untuk smartphone,  semakin melesat di penjuru dunia, Kini aplikasi yang meraup lebih dari 200 juta pengguna terdaftar di seluruh dunia,  kini menembus pasar di Indonesia.

Berdasarkan tren terkini, terbukti  fitur yang kini paling diminati pengguna WeChat di Indonesia tidak hanya layanan chatting-nya yang disertai dengan beragam emoticon menggemaskan atau pun fitur ‘Hold to Talk’ sebagai alternatif penghemat pulsa, namun juga fitur ‘Moments’.

‘Moments’ memungkinkan para pengguna untuk berbagi gambar atau foto dengan semua koneksi mereka, tidak hanya dengan orang-orang yang sedang mereka ajak chatting.

Fitur ini sangat cocok dengan karakter mayoritas pengguna internet di Indonesia yang gemar berbagi momen-momen dalam kehidupan mereka, mulai dari gambar makanan yang disantap, gambar buah hati, foto-foto liburan, hingga foto-foto pribadi dengan koneksi di media sosial mereka.

 ‘Moments’,  yang sering disebut ‘timeline’, memungkinkan para pengguna WeChat untuk mempercantik foto yang ingin mereka bagi dengan beragam efek filter foto menarik. Pengguna pun dapat me-like sekaligus memberi komentar kepada foto pengguna lain.

Bukan  hanya itu, aplikasi ini juga memudahkan pengguna untuk berbagi konten langsung dengan akun Facebook dan Twitter miliknyaDengan kehadiran fitur  tersebut, semakin banyak pengguna WeChat yang gencar melakukan kegiatan blogging,baik melalui perangkat selular (mobile blogging) maupun melalui komunitas blog, seperti contohnya Kompasiana.

Baru-baru ini blog Kompasiana menjadi media di mana para pengguna gencar menuangkan pengalamannya bersosialisasi lewat WeChat. Bahkan, banyak tulisan yang membandingkan WeChat dengan beragam aplikasi chat lainnya dan menyorot fitur-fitur unggulan WeChat yang sangat bermanfaat dalam berkomunikasi dan bersosialisasi.

Pengguna terutama merasa diuntungkan dengan kelebihan WeChat yang dapat bekerja di banyak platform telepon seluler. Tidak sedikit pula pula pengguna yang berbagi pengalamannya ber-microblogging lewat WeChat dalam blog asuhan Kompas tersebut.

Uniknya beberapa tulisan menyatakan bahwa publik sudah menyadari keberadaan WeChat bahkan menggunakan aplikasi tersebut jauh sebelum peluncuran resminya di Indonesia. Namun, karena jumlah pengguna WeChat yang berasal dari negara lain lebih banyak, pengguna di Indonesia pun memilih untuk tidak terlalu aktif bersosialisasi dengan WeChat selama beberapa waktu.

Tetapi kini pengguna yang telah memanfaatkan fitur ‘Look Around’ dan ‘Shake to Find Friends’ menyadari bahwa telah banyak kerabat dan kawan-kawan terdekat mereka yang telah tergabung ke dalam komunitas pengguna WeChat, sehingga mereka pun kembali aktif menggunakan aplikasi tersebut dan diuntungkan oleh fitur-fitur menariknya. (endy – [email protected])