Berita

Lamban, Adopsi Virtualisasi di Indonesia


JAKARTA, alumniITS.com – Kebutuhan pengguna komputer dewasa ini bergeser, dari sebelumnya menggunakan data berbasis tempat, kini menjadi berbasis mobilitas. Salah satu solusi yang mengakomodasi pergeseran itu adalah solusi virtualisasi.

“Kebutuhan akan solusi virtualisasi meningkat tajam. Banyak orang sudah merasakan manfaat positif dari penggunaan solusi virtualisasi di perusahaan-perusahaan,” papar Erwin Kuncoro, Direktur Eksekutif Virtus Technology, pada Virtus Showcase 2013 di Jakarta, Rabu (10/4/2013).

Misalnya, sebelum mengggunakan solusi virtualisasi, satu aplikasi hanya bisa digunakan oleh satu PC, maka dengan virtualisasi satu aplikasi bisa digunakan oleh dua sampai tiga PC.

Keuntungan lain dari solusi virtualisasi bagi perusahaan adalah bisa menghemat biaya, termasuk server, tempat, dan listrik. “Jadi, tantangannya adalah bagaimana mengedukasi orang-orang tentang solusi virtualisasi,” ujarnya.

Erwin juga mengakui, saat ini banyak perusahaan yang mulai mengadopsi solusi virtualisasi. “Tahun lalu saja, pertumbuhan pengguna virtualisasi naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya,” katanya seperti dilansir laman vivanews.com

Sebenarnya, penggunaan solusi virtualisasi di Indonesia sudah agak terlambat. Di Eropa, penggunaan solusi serupa sudah digunakan sejak dua hingga tiga tahun lalu.

Dalam pemberian solusi virtualisasi, Virtus sudah menyediakan data center untuk mencoba solusi-solusi TI, menyediakan technical support untuk membantu dalam penggunaan solusi-solusi teknologi informasi, dan mengadakan pelatihan khusus terhadap produk-produk solusi teknologi secara spesifik.

Saat ini, Virtus dan CTI diklaim sebagai satu-satunya distributor lokal asli dari Indonesia. “Kami ingin menunjukkan bahwa perusahaan lokal bisa membawa teknologi-teknologi dari luar negeri, kemudian dikemas dengan merek lokal,” kata Erwin. ([email protected])