Berita

Kualitas Infrastruktur Indonesia Rendah

JAKARTA, alumniITS.com – World Economic Forum (WEF) menyatakan, kualitas infrastruktur Indonesia pada 2012-2013, hanya memperoleh nilai peringkat 92. Hal ini menunjukkan masih banyak pekerjaan yang harus dikerjakan untuk meningkatkan infrastruktur di Indonesia dan masih banyak peluang bagi sektor swasta untuk ikut berperan dalam pembangunan infrastruktur.

Communication Consultant IFC Indonesia Corporate Relations, Ardi Prastowo mengungkapkan, masih banyak nilai strategis infrastruktur bagi Indonesia. Ini terlihat dari komitmen pemerintah Indonesia dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2010–2014.

“Pemerintah merencanakan untuk menanamkan sejumlah USD150 miliar untuk pembangunan infrastruktur, yang setara dengan seperempat nilai pendapatan kotor domestik pada 2009, dari jumlah tersebut, sebesar kurang lebih 60 persen pendanaan akan berasal dari sektor swasta,” kata dia dalam rilis di Jakarta, Kamis (4/4/2013).

Menurutnya, peran swasta sebagai mitra strategis pemerintah dalam pengembangan infrastruktur telah lama menjadi perhatian IFC di Indonesia sejak 1968. IFC, anggota Kelompok Bank Dunia, memberikan investasi dan pendampingan teknis kepada sektor swasta untuk turut dalam pembangunan infrastruktur.

Ardi menambahkan, terdapat beberapa lembaga seperti PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF), yang merupakan lembaga keuangan nonbank didirikan dengan tujuan untuk memberikan pembiayaan jangka panjang bagi proyek-proyek infrastruktur di Indonesia.

Pembiayaan tersebut, diberikan melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp600 miliar, Asian Development Bank (ADB) Rp400 miliar (ekuivalen), International Finance Corporation (IFC) Rp400 miliar (ekuivalen), dan Deutsche Investitions (DEG), dan institusi pembiayaan pembangunan Jerman Rp200 miliar (ekuivalen).

“Ke depan, IIF mengundang partisipasi investor swasta untuk mengembangkan dana yang tersedia bagi proyek-proyek infrastruktur di Indonesia.  Dukungan untuk IIF juga diperoleh melalui pinjaman dari World Bank dan ADB masing-masing (ekuivalen) Rp1 triliun. Pemerintah Australia memberikan dukungan hibah dalam proses pendirian IIF,” tukas dia. ([email protected])