Berita

Kerugian Serangan Kejahatan Cyber Capai Rp 6,4 M


JAKARTA, alumniITS.com  – Survei Global Corporate IT Security Risks 2013, yang dilakukan oleh Kaspersky Lab bekerja sama dengan B2B International, serangan cyber pada perusahaan besar bisa menyebabkan kerugian hingga lebih dari Rp6,4 miliar.

Penelitian dilakukan di Rusia, Jerman, Inggris, Kanada, Meksiko, Brazil, Amerika Serikat, Turki, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, India, China, Jepang, Australia, dan lain-lain. B2B hanya memasukkan insiden serangan yang terjadi dalam 12 bulan terakhir.

Dari pengolahan hasil survei, terlihat kerugian terbesar ditimbulkan oleh insiden serangan itu sendiri, hilangnya peluang dan laba, serta pembayaran kepada spesialis remediasi pihak ketiga, dengan rata-rata biaya mencapai Rp5,6 miliar lebih.

Pengeluaran ‘respon’ untuk merekrut atau melatih staf, serta mengupdate hardware, software dan infrastruktur lain menimbulkan biaya tambahan rata-rata sekitar Rp823 juta.

Namun jumlah kerugian yang ditimbulkan berbeda-beda bergantung dari lokasi perusahaan yang mengalami serangan. Sebagai contoh, kerugian terbesar diasosiasikan dengan insiden yang melibatkan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Amerika Utara, dengan rata-rata kerugian mencapai Rp8,1 miliar.

Insiden di Amerika Selatan menimbulkan kerugian sekitar Rp8 miliar, sementara di Eropa Barat angkanya, meskipun lebih rendah tetapi tetap signifikan bagi perusahaan, mencapai sekitar Rp6,2 miliar. (endy)