Berita

Kendala Nelayan: Modal dan Infrastruktur

JAKARTA, alumniITS  – Wakil Ketua Komisi IV DPR, Ibnu Multazam menyatakan potensi kelautan dan perikanan Indonesia sangat besar. Namun, sejumlah potensi tersebut kadang belum tergali secara maksimal.

Ibnu menegaskan, untuk memaksimalkan potensi yang ada, banyak yang harus dilakukan Kementerian Kelautan Perikanan. Terutama untuk peningkatan pendapat dan kesejahteraan masyarakat, bisa lebih fokus pada peningkatan akses permodalan yang selama ini masih minim.

“Masalah lain, seperti perlindungan harga ikan, terutama saat panen, pelayanan fasilitas berlayar yang memadai di dermaga, pelabuhan PPI , pabrik es, harus segera dibenahi,” katanya seperti dikutip laman tribunnews, Jumat (22/2).

Termasuk, ketersediaan benih unggul, pakan ikan dan sumber air bersih serta pengendalian terhadap penyakit dan pencemaran lingkungan. “Program pemenuhan kebutuhan BBM, peningkatan kuota BBM nelayan dan program konversi gas juga harus dilanjutkan,” tambahnya

Ibnu menjelakan, sekitar 75 persen wilayahnya berupa laut dan terdiri dari 17.000 pulau, serta panjang garis pantai nomor 4 di dunia yaitu 95.181 km.

“Indonesia dilalui 3 alur pelayaran internasional dan laut menjadi sarana transportasi efektif antar pulau. Indonesia juga berada dalam iklim tropis, dimana terdapat multi spesies renewable resources,” ujar Ibnu.

Secara sosial, sekitar 110 juta jiwa atau 60 persen berada di kawasan pesisir dengan radius 50 Km dari garis pantai, tinggal di 42 kota dan 181 kabupaten. “Dari segi ekonomi, setidaknya 60 persen cekungan minyak berada dilaut serta potensi ikan 6,7 juta ton per tahun,” jelas Ibnu. ([email protected])