Berita

KEN: Atasi Kartel Komoditas Pangan


JAKARTA, alumniITS – Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chairul Tandjung mengatakan dalam sidang paripurna kabinet siang hingga malam tadi, mereka menyampaikan salah satunya perihal kartel komoditas yang memberatkan masyarakat khususnya warga miskin dan rentan miskin.

Kenaikan harga komoditas pangan bisa menyebabkan terpuruknya warga miskin dan rentan yang menghabiskan hingga 65 persen pengeluaran untuk pangan. “Disampaikan bagaimana atasi kartel khususnya bidang komoditas pangan,” kata Chairul Tandjung di Jakarta, kemarin.

KEN, lanjut dia,  sudah menyampaikan kepada presiden dan jajaran kabinet mengenai adanya komoditas yang tata niaganya cenderung masih oligopolis sehingga harga jual bisa dimainkan dan memberatkan masyarakat. Namun dengan alasan sensitif, Chairul tak menyebutkan kartel dan komoditas yang dimaksud.

Dia mengatakan presiden sendiri menerima rekomendasi yang diberikan KEN dalam sidang hari ini dan pemerintah akan mengambil tindakan agar tata niaga bisa terkontrol. “Kalau memungkinkan harga bisa turun sehingga tidak membuat berat masyarakat kita,” paparnya.

Selain rekomendasi mengenai tata niaga yang diricuhkan oleh adanya kartel pangan, KEN juga merekomendasikan sejumlah hal mengenai ekonomi fiskal dan kesenjangan serta penanggulangan kemiskinan.

“Pada prinsipnya (presiden) setujui hal-hal yg disampaikan KEN dan telah menugaskan pak Hatta (Rajasa) sebagai menko untuk membahasnya dengan menteri lain dan Februari akan diagendakan rapat khusus kembali yang diharapkan sudah ada action plan,” tutup bos Trans Corp.  ([email protected])