Berita

Jasa Marga Incar Tol Batang-Semarang

JAKARTA, alumniITS:
PT Jasa Marga Tbk kembali menyatakan ketertarikannya masuk ke dalam proyek pembangunan tol Batang-Semarang, menyusul mundurnya PT Bakrie Toll Road dalam proyek senilai Rp7,22 triliun.

Perusahaan plat merah ini, kini tengah menjajaki kemungkinan nilai prosentase saham yang akan dikuasai dalam proyek tersebut. Rencananya, proses akuisisi bisa dilaksanakan tahun 2013.

“Kami masuk dalam proyek itu, tergantung dari penyelesaian masalah internal pemilik proyek, paska mundurnya Bakrie Tol Road.   Mereka juga masih menunggu laporan kondisi finansial pemilik proyek, dan rencana kelanjutan PT Marga Setia Puritama terhadap tol Batang-Semarang,” terang Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk Adityawarman dalam keterangan yang dikutip dari Bisnis.com, Selasa (23/10).

Adityawarman mengakui hingga kini Jasa Meraga masih terus melakukan penjajakan. Sambil menunggu sekaligus mencari informasi kondisi terakhir perusahaan tersebut, sehingga perhitungan bisnisnya sangat tepat.

Rencananya, lanjut dia, PT Jasa Marga akan menguasai saham maksimal 60%, karena mereka ingin menjadi pemilik mayoritas. Pembagian saham, bisa saja dilanjutkan dengan pemilik saham lama jika mereka tetap ingin menggarapnya. Atau, Jasa Marga akan menggandeng investor baru, jika Marga Setia Puritama memutuskan menjual 100% sahamnya.

Dikatakan, Jasa Marga sendiri, merencanakan akan mengalokasikan anggaran akusisi, dalam anggaran tahun depan.   “Kami targetkan prosesnya bisa direalisasikan mulai tahun depan. Meskipun prosesnya panjang sampai kepastian fix prosentase saham yang akan kami beli nantinya. Jadi, begitu sudah final, anggaran langsung dialokasikan tahun depan,” tambahnya.

Alasan ketertarikan Jasa Marga di proyek tol Batang-Semarang karena terhubung dengan ruas yang digarap Jasa Marga seperti Semarang-Solo. Diharapkan, jika kedua ruas itu terintegrasi, maka volume kendaraan yang melintasinya akan meningkat, tambahnya.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan masih menunggu masuknya investor baru ke dalam proyek tol sepanjang 75 kilometer, sebelum memutuskan kapan penandatanganan amandemen Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol dilakukan. 

Alasannya, untuk mengantisipasi kemungkinan adanya masalah finansial dalam pemegang konsesi saat ini, untuk melanjutkannya.  “Saya dapat laporan dari BPJT kalau Jasa Marga akan segera masuk, jadi saya harap bisa secepatnya untuk memperkuat finansial dan amandemen bisa dilaksanakan,” ujarnya.  (endy – [email protected])