Berita

ITS Gelar Kompetisi Mobil Irit Dalam Negeri


SURABAYA, alumniITS:
Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Dikti) bekerjasama dengan Jurusan Teknik Mesin FTI – Institut Tekonologi Sepuluh November (ITS) Surabaya menggelar kompetisi mobil irit bertajuk Indonesia Energy Marathon Challenge (IEMC), yang  digelar di Sirkuit Kenjeran Park Surabaya. Kompetisi ini akan menjadi saksi lahirnya mobil-mobil irit karya mahasiswa terbaik dari seluruh Indonesia.

”IEMC ini dicanangkan menjadi event tahunan dan sambutannya sangat luar biasa,” terang Indra Sidharta ST MSc, penanggung jawab IEMC di Surabaya.

Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS dipercaya untuk menjadi penyelenggara pertama kompetisi yang terinspirasi dari kompetisi serupa, Shell Eco Marathon (SEM) ini. Prestasi ITS dan perguruan tinggi lain di Indonesia dalam kompetisi SEM menjadi alasan utama diadakannya kompetisi bertaraf nasional ini.

”Terdapat dua kelas dan enam kategori dalam kompetisi ini,” terang Didit Ardianto, ketua panitia IEMC. Didit menjelaskan bahwa dari masing-masing kelas prototype dan urban, terdapat tiga kategori, yakni mesin diesel, gasoline, dan listrik. Penentuan kategori ini didasarkan pada prestasi ITS dan beberapa perguruan tinggi lain dalam ajang SEM di Sirkuit Sepang, Malaysia selama tiga tahun terakhir.

Acara berlangsung selama empat hari, mulai Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu. Pada Kamis, para peserta akan disambut di penginapan dan melakukan registrasi serta briefing mengenai teknis perlomabaan. Sebelum race, akan ada sesi latihan pada hari Jumat dan race sendiri dilaksanakan pada dua hari berikutnya.

Sebelum race dilaksanakan, akan dilakukan scrutineering, yakni tahap pemeriksaan dan pengujian kelayakan kondisi mobil. Bila telah lolos tahap scrutineering, barulah mobil dapat melakukan race pada lintasan sejauh 12 kilometer. ”Para peserta diberi kesempatan untuk mencoba mobilnya di lintasan hingga didapatkan nilai efisiensi bahan bakar terbaik,” jelas Didit.

Didit menjelaskan mobil yang dapat menempuh lintasan sirkuit tanpa melewati waktu maksimum yang sudah ditentukan dengan konsumsi bahan bakar paling sedikit adalah pemenangnya.

“Ada alat sensor pada delapan titik di lintasan yang akan menghitung konsumsi bahan bakar masing-masing mobil peserta. Untuk masing-masing kategori akan diambil dua peserta terbaik yang akan menjadi juara,” paparnya seperti dilansir ITS.ac.id

Antusiasme mahasiswa untuk mengikuti kompetisi ini cukup tinggi. Hingga akhir masa pendaftaran dan tahap evaluasi awal, akhirnya didapatkan 30 tim yang akan bersaing di kota Surabaya.

Para peserta masih didominasi oleh perguruan tinggi dari Pulau Jawa. Namun, adanya beberapa tim dari luar Pulau Jawa cukup menarik perhatian. Universitas Sriwijaya dan Universitas Sumatera Utara adalah dua perguruan tinggi dari Pulau Sumatera yang ikut serta dalam kategori urban gasoline.

ITS sendiri mengirimkan wakilnya untuk masing-masing kategori lomba yang ada. Dengan sedikit modifikasi dan penyempurnaan pada bagian body, ITS Team Sapu Angin 1 hingga ITS Team Sapu Angin 4 masih menjadi andalan Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS. Selain itu, hadir pula pendatang baru SAE_ZEV Otomasi ITS Team dari Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS dan Tim Suro Listrik dari Jurusan D3 Teknik Elektro FTI-ITS, keduanya pada kategori prototype listrik.

ITS sebagai tuan rumah IEMC kali ini memang memberi keuntungan bagi tim dari ITS yang ikut serta dalam kompetisi ini. Namun, tim tetap melakukan persiapan sebaik mungkin mengingat potensi dari pesaing-pesaing mereka yang juga luar biasa. ”Hingga hari ini, persiapan kami sudah mencapai 99 persen dan kami siap mengikuti kompetisi ini,” ujar perwakilan dari SAE_ZEV Otomasi ITS Team.(endy – [email protected])