Berita

Investor Jepang Relokasi Bisnis ke Indonesia

JAKARTA, alumniITS.com – Tujuh pengusaha Jepang asal Provinsi Ehime bakal merelokasikan bisnisnya ke Indonesia. Relokasi tersebut terjadi seiring dengan business matching.  “Sudah ada setengah dari 14 pengusaha Ehime yang menyatakan akan relokasi ke Indonesia,” ujar Kepala Japan Desk Yossy Jonosisworo di  Jakarta, Rabu (10/4).

Delegasi Jepang terdiri 14 pengusaha asal Ehime dipertemukan dengan 35 pengusaha Indonesia, 20 pengusaha Indonesia tergabung Apindo.

Ketua Indonesia-Japan Friendship Association Rahmat Gobel menyatakan akan terus aktif mendorong masuknya relokasi Jepang ke RI. “Saya aktif dorong karena dari pengalaman 53 tahun, Jepang bangun industri tak hanya buat barang, tapi ada nilai tambah. Nah, menurut saya Indonesia butuh nilai tambah itu,” ungkapnya.

Nilai tambah yang dimaksud adalah filosofi Jepang yang kuat dalam membangun bisnis. “Sebelum buat produk pengusaha Jepang bangun manusianya dahulu sehingga ada tanggung jawab karyawan. Saya mau filosofi Jepang yang ada unsur pendidikan itu diterapkan di Indonesia,” kata ia.

Filosofi lainnya, tambah Rahmat ialah Jepang tidak hanya mengejar keuntungan secara matematika, melainkan ada unsur inovasi yang bisa memberikan nilai tambah.

Kepala BKPM Chatib Basri. Menurutnya, RI butuh pengusaha Jepang tak hanya untuk membangun bisnis, tapi membantu transformasi pembangunan RI. Jepang terkenal dengan inovasi, teknologi dan sumber daya manusianya. Untuk itu, perusahaan perlu didorong adanya training yang tidak hanya berfokus pada profit. “Kalau hanya pada profit pasti susah inovasi. Jadi, yang paling baik adalah lakukan inovasi. Perlu ada research development dan training disini,” ujarnya.

Terkait hambatan birokrasi untuk investasi di Indonesia, pihaknya memberikan kepastian bahwa hal itu tidak akan jadi momok lagi. “Indonesia bukan paradise untuk investasi karena adanya hambatan. Tapi, BKPM akan bantu memfasilitasi proses ini dengan Kementerian dan Pemda supaya investasi bisa berjalan disini. Saya memastikan prosesnya akan mudah, kalau ada kesulitan hubungi email saya saja,” tutur Chatib. ([email protected])