Berita

Investor AS Relokasi Industri Pengolahan Perikanan di Indonesia


JAKARTA, alumniITS:
Sejumlah investor asal Amerika Serikat (USA) menyatakan kesiapannya merelokasi basis-basis produksi perikanan ke Indonesia. Phillips Seafood, salah satunya ingin mengembangkan produksi rajungan dan produk pengalengan di Indonesia.

“Investor asal negeri paman sam itu baru memasuki kawasan industri Indonesia  sekitar tahun 2013-2014 yang akan berlokasi di Lampung , Provinsi Sumatera Selatan,” kata Direktur Jenderal  P2HP Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) Saut P.Hutagalung dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi alumniITS.com. Selasa (4/12).

KKP menyambut baik langkah pemodal tersebut, lanjut dia, lantaran tanpa investasi tidak mungkin kita dapat menggerakkan ekonomi kelautan dan perikanan secara berkelanjutan

Disamping itu, investasi industri pengolahan dan pemasaran dalam negeri tengah menggeliat dengan nilai sekitar Rp 1,4 triliun. “Investasi itu, mencakup perluasan pabrik pengalengan tuna serta pembangunan cold storage,” jelasnya.

KKP secara aktif berupaya membuka pintu masuk investasi di sektor kelautan dan perikanan. Sebagai langkah nyata, KKP turut menggandeng Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) dan dunia perbankan untuk mengembangkan sektor kelautan dan perikanan. Hal ini ditandai dengan ditandatanganinya perjanjian kerja sama KKP dengan KADIN dan perbankan.

Sinergitas stakeholder  terkait itu terdiri dari invetarisasi dan identifikasi kelayakan lokasi pengembangan investasi agar produktifitasnya bisa ditingkatkan perencanaan. Kemudian penguatan koordinasi, dan sosialisasi kegiatan pengembangan investasi di sektor perikanan budidaya.

“Setahun sudah kebijakan industrialisasi kelautan dan perikanan berjalan.  Kita akan terus ciptakan peluang-peluang usaha secara terbuka kemudian kita jelaskan ke pelaku usaha agar mau menjajaki investasi , bahkan beberapa  provinsi  telah kita undang untuk menjelaskan peluang-peluang usaha apa saja yang dimiliki daerah tersebut,” paparnya.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perikanan dan Kelautan Yugi Prayanto mengatakan, pihaknya berkomitmen ingin menumbuhkan pelaku usaha di sektor perikanan.

“Sektor ini memiliki potensi yang sangat besar dan sudah saatnya bagi Indonesia untuk mulai mengembangkan bisnis di bidang ini,” sambungnya.

Menurut Yugi,  sektor perikanan dan kelautan nasional belum digarap secara optimal, sehingga tidak semestinya  kita kehilangan nilai lagi.

“Potensi yang tinggi, dengan sumber daya yang melimpah belum bisa menarik para investor untuk sektor ini. Indonesia jangan lagi mengalami potential lost dari sektor ini,” ujar Yugi.

Data KKP menyebutkan,  nilai investasi di sektor kelautan dan perikanan sebesar Rp23,67 triliun yang sebagian besar tersebar pada usaha perikanan budidaya. Sementara, sampai dengan triwulan III-2012, realisasi investasi di bidang usaha perikanan budidaya senilai Rp15,82 triliun.(endy – [email protected])