Selasa, Oktober 22, 2019
Berita

Investasi Petrokimia Tembus 8 Miliar Dollar AS


JAKARTA, alumniITS.com – Hingga lima tahun ke depan, investasi di sektor petrokimia diperkirakan mencapai US$ 8 miliar. Setidaknya, ada tujuh investor yang bakal membenamkan investasinya di sektor ini.

Menteri Perindustrian MS Hidayat bilang, selama ini, industri petrokimia terutama petrokimia hulu domestik masih tergantung pada produk impor. Pasalnya, industri petrokimia di sektor hilir tumbuh pesat sehingga ketersediaan bahan baku dari petrokimia hulu tak mencukupi.

Sebenarnya, kata Hidayat, Indonesia punya pasokan bahan baku untuk petrokimia berupa minyak mentah. Namun, industri petrokimia hulu domestik tak bisa tumbuh pesat akibat besarnya kebutuhan modal. “Industri petrokimia hulu memang padat modal, sehingga cukup berat,” ujarnya, seperti dilansir laman Tribunnews.com, Kamis (15/8/2013).

Untuk mengurangi hambatan permodalan, pemerintah telah menawarkan paket insentif fiskal berupa tax holiday dan tax allowance.

Hidayat bilang, ada tujuh perusahaan yang akan berinvestasi di sektor petrokimia. Kini, empat perusahaan di antaranya tengah mengajukan fasilitas insentif fiskal. Tapi, kini baru PT Petrokimia Butadiene Indonesia, anak usaha PT Chandra Asri Petrochemical Tbk, yang telah mengantongi insentif tax holiday.

Rencananya, PT Petrokimia Butadiene akan membangun pabrik butadiene dengan investasi US$ 145 juta. Pabrik yang berlokasi di Cilegon, Banten, ini diharapkan bisa selesai pada 2014.

Perusahaan lain yang tengah mengurus tax holiday antara lain PT Indorama Polychem, anak usaha PT Indorama Synthetic. Indorama akan membangun pabrik serat sintetis di Purwakarta dengan investasi US$ 185 juta.

Kepala Badan Pengkajian Kebijakan Iklim dan Mutu Industri (BPKIMI) Kemenperin, Arryanto Sagala bilang, proposal Indorama sudah dikirim ke Kementerian Keuangan sejak Mei lalu. “Tapi, sampai kini belum keluar hasilnya, mudah-mudahan dalam waktu dekat,” kata dia.

Investor lain yang juga sedang mengurus tax holiday adalah PT Amoco Mitsui dengan investasi US$ 150 juta. Sementara, PT Nippon Sokubai tengah mengurus tax allowance untuk membanguun pabrik acrylic acid.

PT Asahimas Chemical juga akan berekspansi guna menggenjot produksi PVC dan caustic soda. Dengan investasi senilai US$ 400 juta, Asahimas mengincar lahan di Cilegon, Banten.

Investasi besar lainnya, Lotte Chemical Group melalui anak usahanya yakni Petrochemical, mulai ada titik terang. Hidayat bilang, saat ini anak perusahaan PT Krakatau Steel Tbk yang lahannya diincar Lotte sudah menyelesaikan pembahasan internal dan siap menjual tanah seluas 55 hektare milik mereka.

PT Ferrostal Indonesia yang berniat mengembangkan methanol dan polipropilena di Papua Barat akan mengucurkan investasi US$ 1,8 miliar. Dalam proyek ini, rencananya Ferrostal akan menggandeng PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. Namun, rencana investasi di Papua ini masih tergantung dari hasil negosiasi alokasi pasokan gas untuk industri. (endy)