Berita

Investasi Infrastruktur Indonesia Masih Tertinggal


JAKARTA, alumnITS:
Menteri Perencanaan Pembangunan/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Armida Alisjahbana menyatakan investasi infrastruktur di Indonesia saat ini masih tertinggal dibandingkan Cina dan India. Tahun 2012, total investasi infrastruktur di Indonesia mencapai Rp 385,2 triliun atau 4,51 persen dari produk domestik bruto (PDB).

“Sejak tahun 2009 investasi infrastruktur Indoa sudah di atas 7 persen dari PDB. Sedangkan di Cina sejak 2005 sudah mencapai 9-11 persen dari PDB,” papar Armida dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (29/11)

Padahal,  jika investasi infrastruktur di atas 5 persen dari PDB, maka pertumbuhan ekonomi akan tercapai secara maksimal. “Bisa mencapai 7 persen. Minimal investasi 5 persen,” katanya.

Tahun 2014, lanjut dia, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 7 persen. Saat ini total investasi infrastruktur dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN), anggaran pendapatan belanja daerah (APBN), dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN/BUMD) hampir mencapai 5 persen dari PDB. Pada 2013, direncanakan total investasi mencapai Rp 438,1 triliun atau 4,72 persen dari PDB. “Anggaran infrastruktur dari APBN 2013 sebesar Rp 203,9 triliun,” katanya.

Diharapkan adanya kerjasama yang sinergi dan terintegrasi antar semua pelaku baik pemerintah pusat, daerah, BUMN/BUMND, dan swasta untuk mengoprimalkan pembiayaan infrastuktur. Pemerintah pusat, kata dia harus fokus pada pembangunan prasarana dasar dan harus mengurangi alokasi subsidi energi.

“Pemerintah daerah harus bisa meningkatkan efisiensi melalui penghematan belanja pegawai dan barang untuk menaikkan belanja modal. Sedangkan BUMN bisa memobilisasi dana melalui perbankan dan market portofolio dan property asset management (pengelolaan aset properti di sekitar wilayah infrastruktur yang akan dibangun,” katanya. (endy – [email protected])