Berita

Inovasi Teknologi Tingkatkan Produksi Budidaya Perikanan

JAKARTA, alumniITS.com – Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Slamet Soebjakto mengatakan, inovasi teknologi merupakan keharusan bila Indonesia ingin meningkatkan produksi budidaya perikanan yang berkualitas.

“Efektivitas dan efisiensi suatu pengelolaan usaha budidaya merupakan suatu keharusan dalam upaya peningkatan produksi yang berkualitas,” kata Slamet Soebjakto dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (30/8/2013).

Untuk itu, menurut Slamet, pihaknya juga mendorong Program Industrialisasi Perikanan Budidaya berbasis “blue economy” (ekonomi biru) yang memerlukan dukungan perekayasaan melalui pengembangan inovasi bioteknologi.

Ia juga mengemukakan agar semakin banyaknya peningkatan kualitas hasil perekayasaan yang dihasilkan Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB).

“UPT dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif untuk menghasilkan teknologi-teknologi terapan yang dapat diterapkan dengan mudah oleh masyarakat khususnya pembudidaya,” katanya.

Menurut dia, terobosan-terobosan baru sangat diperlukan sehingga UPT Perikanan Budidaya yang merupakan ujung tombak implementasi kebijakan pemerintah pusat di daerah.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal KKP Sjarief Widjaja menyampaikan bahwa UPT dituntut untuk berpikir global serta mempunyai visi dan misi yang jauh berwawasan ke depan.

Sekjen KKP menegaskan, hal itu perlu dilakukan untuk menghadapi era globalisasi dan perdagangan bebas, seperti AFTA atau Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN yang akan diterapkan pada tahun 2015.

“Jauh-jauh hari kita harus mempersiapkan diri dengan matang, sehingga kita mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri khususnya perikanan budidaya,” kata Sjarief.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo mengatakan produksi ikan budidaya secara global telah melampaui produksi daging sapi sehingga Indonesia juga layak untuk meningkatkan produksi ikan budidaya.

“Organisasi Pangan dan Pertanian atau FAO melansir sejak tahun 2011 untuk pertama kalinya produksi perikanan budidaya dunia telah melampaui produksi daging sapi,” kata Sharif Cicip Sutardjo di Jakarta, Selasa (27/8).

Sharif memaparkan pada 2012, produksi perikanan budidaya dunia telah mencapai sebesar 66 juta ton sedangkan produksi daging sapi hanya mencapai sebesar 63 juta ton.

Menurut dia, hal tersebut juga membuktikan bahwa sektor budidaya kelautan dan perikanan semakin dapat diandalkan untuk mendukung ketahanan pangan, termasuk di Indonesia.

“Perikanan budidaya akan semakin diandalkan dalam pemenuhan kebutuhan ikan, baik di dalam negeri maupun kebutuhan dunia,” katanya.

Ia juga mengatakan meski menghadapi anomali iklim atau cuaca, kegiatan usaha budidaya masih dapat dikembangkan melalui berbagai penerapan inovasi teknologi budidaya. (endy)