Berita

Industri Minerba Terganjal 15 Masalah

JAKARTA, alumniITS.com – Lintas asosiasi pertambangan menyatakan pelaksanaan Undang-undang (UU) Nomor 4 tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara (Minerba) masih menyisakan banyak permasalahan yang belum diatasi oleh Pemerintah.

Kordinator Komite Kerja Lintas Asosiasi Pertambangan, Irwandi Arif, mengatakan permasalahan yang masih ada tersebut akan merugikan pemerintah dan bangsa karena menghambat kegiatan usaha pertambangan dan jasa usaha pertambangan.

“Untuk mendukung upaya pemerintah dalam menuntaskan permasalahan terkait kebijakan yang mendistorsi kegiatan usaha pertambangan dan jasa usaha pertambangan Minerba maka tim komite kerja lintas asosiasi pertambangan minerba memetakan beberapa permasalahan krusial,” kata Irwandi saat melakukan konfrensi pers Lintas asosiasi di sektor pertambangan, di  Jakarta, Senin (15/3/2013).

Dalam dunia pertambangan tim setidaknya menemukan 15 permasalahan. Kelima belas persoalan itu antara antara lain belum harmonisnya peraturan-peraturan pelaksanaan lintas kementerian teknis yang mendukung kegiatan di lapangan seperti eksplorasi, konstruksi, produksi, jasa usaha dan pengiriman produksi.

Permasalahan selanjutnya adalah belum tuntasnya evaluasi menyeluruh dan komprehensif atas pelaksanaan UU Otonomi Daerah yang berkaitan dengan pertambangan Minerba.

Tim juga menemukan permasalahan dalam hal perlu adanya penetapan pemerintah tentang akses informasi data hasil eksplorasi dan eksploitasi yang dimiliki oleh pelaku usaha pertambangan. Selain itu masih minimnya pemahaman yang tercermin dalam kebijakan pemerintah terkait dengan antisiapasi terhadap pola baru eksplorasi Minerba.

Belum terlaksananya sistem perolehan Ijin Usaha Pertambangan (IUP) berbasis penetapan wilayah yang diakibatkan belum siapnya penetapan peta areal wilayah pertambangan juga menjadi permasalahan yang harus diselesaikan.

“Sinkronisasi dalam hal teknis penetapan areal pertambangan antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat masih perlu dibenahi,” ujar Irwandy. ([email protected])