Selasa, Oktober 22, 2019
Berita

Industri Domestik Terancam Serbuan Asing


BANDUNG, alumniITS:
Pelaku industri lokal kini terus terancam komoditas impor yang datang secara masif. Selain produk jadi, barang modal dan proses produksi terus menggerus eksistensi industri dalam negeri terutama ekstil.

Malah, sejumlah investor dari Taiwan masuk ke Indonesia dengan membawa tenaga ahlinya. Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Jabar Jajat Priatna dalam rapat pimpinan Kadin Jabar di Bandung, Rabu (12/12/2012).

Menurut Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulisto, nilai investasi asing pada 2012 tercatat 18 miliar dollar AS dan tahun 2013 diperkirakan mencapai 30 miliar dollar AS.

Sementara pengusaha dalam negeri sendiri selama bepuluh tahun menghadapi kendala struktural, terutama dari biaya yang tinggi dari pelayanan birokrasi.”Kini persoalan yang dihadapi pengusaha makin berat karena munculnya tekanan dari tenaga kerja,” ujarnya seperti dilansir kompas.com

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, sebanyak 54 persen industri manufaktur Indonesia berlokasi di Jabar, namun sebagian besar berkantor pusat di Jakarta. Heryawan menyoroti ketergantungan bahan baku dan bahan mentah industri manufaktur di Jabar karena sebagian besar bahannya impor.

Tingkatkan daya saing
Heryawan juga menjawab keluhan para anggota Kadin yang merasa bahwa pengusaha Jabar kurang mendapatkan prioritas dalam tender proyek pemprov. Sudah empat tahun Jabar seratus persen melaksanakan tender secara elektronik, ini terbuka untuk semuanya, lebih transparan dan bebas dari KKN.

“Ini terbukti Jabar selama empat tahun berturut-turut mendapatkan penghargaan tender elektronik terbaik,” jelasnya. Dengan sistem elektronik itulah sulit untuk memberikan prioritas pada kalangan tertentu.

“Inginnya sih begitu memberikan kesempatan dulu pada pengusaha Jabar, tapi kan peraturannya gak boleh. Jadi marilah kita sama-sama meningkatkan daya saing usaha kita agar bisa bersaing dengan daerah lainnya,” paparnya.

Dengan sistem elektronik itu beberapa penghematan bisa dilakukan. “Setiap tahun kita bisa menghemat hingga Rp 300 miliar, karena beberapa biaya bisa kita pangkas,” tambahnya. (endy – [email protected])