Berita

Indonesia Menuju Era Big Data

JAKARTA, alumniITS:
 Tren penggunaan perangkat genggam untuk berkomunikasi sehari-hari membuat trafik data membengkak. Perkembangan trafik dan perangkat tersebut membawa kita menuju era Big Data. Penyimpanan hingga exabyte bahkan petabyte pun mulai mendominasi.

“Big Data sudah di depan mata, salah satunya didorong oleh kian tingginya adopsi dari cloud computing”, kata Teguh Prasetya, Founder Indonesian Cloud Forum (ICF) dalam seminar Big Data Trend 2nd Round: Infrastructure and Demand Challenges di Balai Kartini Jakarta, Kamis (22/11/2012).

Secara teknis, Big Data adalah sebuah problem domain dimana teknologi tradisional seperti relasional database tidak mampu lagi untuk melayani. Definisi Big Data yang dimaksud adalah volume, velositas, dan variasi datanya.

Peningkatan volume, velositas, dan variasi data banyak diakibatkan oleh adopsi internet dimana setiap individu memproduksi konten atau paling tidak meninggalkan sidik jari digital yang berpotensial untuk digunakan untuk hal-hal baru, dari audiens targeting, rekomendasi ataupun penggunaan yang lebih tak terduga.

Beberapa prinsip dari Big Data adalah tidak membuang data apapun karena residu tersebut mungkin akan menjadi penting sejalannya waktu. Sedangkan untuk menghadapi variasi data yang tinggi, Big Data menciptakan struktur melalui ekstraksi, transformasi, tanpa harus membuang data mentah yang dimiliki.

Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi menambahkan, secara tidak sadar tren Big Data sebenarnya sudah akrab dengan para pengguna internet selama ini. Contohnya, semakin banyak user yang terhubung ke Facebook, Twitter, dan jejaring sosial lainnya untuk berkomunikasi.

Untuk Facebook saja, Indonesia tercatat menempati peringkat keempat dunia dengan jumlah user 50,5 juta. Belum lagi jumlah nomor aktif telepon seluler sudah mencapai 262,6 juta, ditambah jumlah pengguna internet, bukan tidak mungkin trafik komunikasi yang sudah menjadi Big Data akan membludak di kemudian hari.  (endy – [email protected])