Berita

Indonesia-Korsel Sepakati 8 Proyek Infrastruktur

JAKARTA, alumniITS:

Hasil inisiatif kerjasama Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan (Korsel) disepakati delapan proyek raksasa di Indonesia,
Proyek itu di antaranya Jembatan Selat Sunda (JSS), pembangunan rel Kereta Api di Bengkulu–Muara Enim, dan pembangunan pembangkit batu bara di Sumatera Selatan (Sumsel).

Kerjasama hasil inisiatif kedua negara itu merupakan hasil pertemuan delegasi pemerintah RI yang dipimpin oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa dengan delegasi pejabat Korsel dalam Korea-Indonesia Jeju Initiative, di Halla Hall, International Conventiton Center, Jeju, Korsel, 11-12 Oktober lalu.

“Pertemuan ini diarahkan pada rencana investasi Korea Selatan dalam beberapa proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI),” ungkap Hatta, seperti dilansir dari situs Setkab, Senin (15/10).

Adapun delapan proyak yang disepakati dalam Korea-Indonesia Jeju Initiative itu adalah jembatan Selat Sunda, proyek gas alam terkompresi (compressed natural gas/CNG), pembangunan rel kereta api Bengkulu-Muara Enim, serta restorasi Sungai Ciliwung.

Pembangunan kluster industri berbasis pertanian, pembangunan jembatan Batam-Bintan, pembangunan pembangkit batu bara di Sumatera Selatan, dan pembangunan kantor cabang perusahaan kapal asal Korea Selatan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME). “Total nilai delapan proyek itu sebesar USD50 miliar,” kata Hatta.

Hatta berharap hubungan Indonesia dan Korea Selatan semakin erat dari waktu ke waktu. “Joint commision dan working group semacam ini sangat penting untuk mempererat hubungan kedua negara,” tuturnya.

Kerjasama ekonomi antara Indonesia dan Korsel mengalami peningkatan pesat selama beberapa tahun terakhir. Total perdagangan Indonesia-Korea Selatan pada 2011 mencapai USD29,4 miliar, dengan nilai ekspor USD16,4 miliar dan impor USD12,9 miliar. Angka itu mengalami peningkatan 44,8 persen dibandingkan dengan total perdagangan pada 2010 sebesar USD20,3 miliar.

Selama periode Januari-April 2012, total perdagangan kedua negara mencapai USD9,8 miliar atau naik 12,17 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2011, yaitu USD8,8 miliar. Trend total perdagangan kedua negara selama 2007-2011 positif sebesar 25,11 persen.

Selain itu, Korea Selatan juga dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki minat serius untuk melakukan investasi di Indonesia. Dua perusahaan besar dan ternama Korea Selatan, Pohang Iron and Steel Company dan Honam Petrochemical Corporation, berencana membangun pabrik di Indonesia. (ndy)