Selasa, Oktober 22, 2019
Berita

Indonesia Defisit Energi 300 juta Barel per Tahun


MAKASSAR, alumniITS
Ketua umum Ikatan Ahli Geologi Indonesia Rovicky Dwi Putrohari menyatakan produksi energi Indonesia terus menurun hingga mencapai defisit 300 juta barrel per tahun.

“Sejak tahun 2000 penemuan sumber energi minyak dan gas bumi hanya di bawah 50 juta barel pertahun, sementara produksi yang dibutuhkan sekitar 350 juta barel pertahun. Setiap tahun defisit sekitar 300 juta barrel pertahun,” kata Rovicky di Makassar, seperti dilansir antara, Rabu (5/12).

Ia menyebutkan, cadangan minyak dan gas bumi terus mengalami penurunan, sehingga pemerintah terpaksa mencari solusi melakukan impor karena tidak menemukan cadangan baru untuk dilakukan eksplorasi.

Saat ini ekplorasi telah dilakukan di empat titik seperti daerah Tanggu dan Salawati di Papua, kemudian Masela bagian selatan Timor perbatasan Indonesia dan Donggi Senoro Sulawesi Tengah, namun belum menujukkan hasil yang memuaskan.

“Cadangan energi baru sudah ada tetapi butuh 10-20 tahun ke depan untuk diekspolitasi. Cadangan yang sudah ada lebih baik konsentrasi pada eksplorasi, sebaiknya bagi hasil kedalam negeri,”tuturnya.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi, kata dia, hanya 6 persen sementara Indonesia memerlukan 15 persen energi untuk mengerakkan perekonomian Indonesia.

“Faktanya cadangan energi yang ada hanya di eksplorasi sehingga membutuhkan waktu lama untuk dieksplorasi recovery. Saat ini belum ada penemuan baru cadangan energi meskipun banyak potensi gas di Indonesia,” ungkapnya.  

Sementara Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Sukhyar mengatakan, Indonesia masih punya cadangan minyak bumi sekitar 3,9 miliar barrel yang belum di lakukan ekspolitasi.

“Cadangan minyak bumi Indonesia terbukti ada sekitar 3,9 miliar barrel yang masih ada di perut bumi, dan cadangan sumber daya alam berupa gas sebanyak 104 triliun kubik feat,” sebutnya.

Sumber gas tersebut, lanjutnya, berada di wilayah Indonesia Timur yang memiliki cadangan seperti di Tanggu, Salawati, Donggi Senoro. Sedangkan di lokasi Abadi bagian barat Indonesia mengandung minyak bumi.  “Kita masih kaya akan gas, sementara minyak bumi tidak terlalu signifikan. Di Indonesia bagian timur lebih banyak gas dari minyaknya,” aku dia. . (endy – [email protected])