Berita

Indonesia Berlaga di Asian Science Enterprise Challenge 2013

JAKARTA, alumniITS.com – Surya University Center for Young Scientists bekerjasama dengan United in Diversity Forum kembali menggelar lomba Asian Science Enterprise Challenge (ASEC) tingkat regional, Kamis (25/07/13) di Singapura. Dua tim terbaik Indonesia akan bersaing dengan tim-tim dari negara lain seperti Singapura, Jepang, Malaysia dan Guam.

Prof. Yohanes Surya, PhD, salah satu pendiri ASEC sekaligus pendiri Surya University, mengatakan Indonesia dalam kompetisi ini mengirimkan dua tim yakni Fun Tech dan We Care yang masing-masing terdiri dari 5 orang siswa sekolah menengah atas berprestasi yang lolos dalam kompetisi serupa yang diadakan secara nasional.

Baca juga: Unmuh pulangkan 10 mahasiswa asing ke negara asalnya dan KMP2AB kuliahkan 300 pelajar berprestasi sejak tahun 2010

“Kita menginginkan para siswa tersebut nantinya akan menjadi entrepreneur berbasis teknologi,” ujar Prof. Yohanes Surya  di Palalada, Grand Indonesia, Jakarta, seperti dilansir laman Lensaindonesia.com, Rabu (24/7/2013)

Menurut Prof. Surya, peserta dari Indonesia di ajang ASEC ini dipilih melalui seleksi yang ketat yang prosesnya menyerupai proses lomba tingkat regional. Dalam proses tersebut, kelompok-kelompok yang terdiri dari peserta dari latar belakang budaya, sekolah dan sosial ekonomi yang berbeda memiliki waktu 24 jam untuk memberikan solusi berbasis sains teknologi terhadap sebuah tantangan.

“Solusi yang mereka tawarkan baik itu produk maupun jasa harus dapat dibuktikan daya jual dan daya saingnya dengan cara menyusun sebuah rencana bisnis,” kata Prof. Surya.

Ia mencontohkan untuk We Care harus bisa menjelaskan kepada dewan juri bagaimana memakan makanan mie instan itu membahayakan kesehatan tubuh dan mencari alternatif pengganti mie instan yang ramah lingkungan dan lebih nutrisi.

Sedangkan untuk Fun Tech, para peserta harus menjelaskan kepada dewan juri teknologinya berupa aplikasi game di smartphone bahwa dengan mengkonsumsi mie instan maka superheronya akan berkurang kekuatannya. “Jadi secara tak langsung, anak-anak ini mengajarkan generasi  sesamanya untuk mengurangi makanan mie instan,” jelasnya.

Dua tim dari Indonesia ini merupakan siswa terbaik dari berbagai daerah. Di antaranya, SMAN 3 Yogyakarta, SMA Taruna Nusantara, Madania Secondary School, SMA Santa Ursula, SMAN 1 Kudus, SMAN 2 Kudus,  SMA Santa Laurensia, dan SMA 10 Malang.

Sedangkan dewan juri akan diisi tokoh-tokoh internasional yang terdiri dari ilmuwan maupun pebisnis dari tiga negara. Yakni, Jepang, Singapura dan Indonesia. (endy)