Berita

Impor Seluler, Kompoter dan Tablet Diperketat


JAKARTA, alumniITS: Impor Telepon Seluler, Komputer Gengam dan Komputer Tablet, mulai tahun 2013 diperketat. Kementerian Perdagangan (Kemendag) menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 82 Tahun 2012 tentang Ketentuan Impor Telepon Seluler, Komputer Gengam dan Komputer Tablet.

“Permendag ini diterbitkan guna mendukung kesehatan, keamanan, keselamatan dan lingkungan (K3L) serta industrialisasi telepon seluler dan komputer di masa yang akan datang,” ujar Menteri Perdagangan. Gita Wirjawan, Senin (31/12).

Penerbitan aturan itu, sambung menteri, seiring dengan semakin meningkatnya volume impor ketiga jenis produk tersebut yang tidak memenuhi standar, maka standar mutu dan teknis produk tersebut harus lebih diperhatikan demi melindungi kepentingan konsumen.

“Dalam Permendag ini setiap telepon seluler, komputer genggam dan komputer tablet yang diimpor harus memenuhi standar dan persyaratan teknis yang berlaku,” tegasnya.

Beberapa contoh syarat teknis yang ditetapkan, antara lain syarat pelabelan serta manual dan kartu garansi purna jual dalam Bahasa Indonesia yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Standarisasi dan Perlindungan Kemendag dan standar teknis dari Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Selanjutnya untuk dapat melakukan impor ketiga jenis produk tersebut, perusahaan harus mendapat penetapan Importir Terdaftar (IT) dan persetujuan Impor (PI) dan telepon seluler, komputer genggam dan komputer tablet dari Menteri Perdagangan.

Dengan regulasi baru ini,  setiap produk impor harus melalui uji tipe yang dilakukan Kementerian Perindustrian. Untuk ponsel dan handheld, Kementerian Komunikasi dan Informatika akan memverifikasi kesesuaian nomor international mobile identity number (IMEI), mobile equipment identifier (MEID) atau sejenisnya sesuai tercantum dalam tanda pendaftaran produk (TPP).

Jika produk tak lolos uji tipe di Kemenperin dan IMEI tak terdaftar di Kemenkominfo, berarti produk itu bisa diklaim ilegal dan pemerintah boleh menyita.

Untuk dapat mengimpor , perusahaan juga harus terlebih dulu ditetapkan sebagai importir terdaftar yang memenuhi sejumlah syarat, antara lain bekerjasama dengan sedikitnya tiga distributor.

Data Kemendag menyebutkan impor ponsel, handheld dan komputer tablet pada 2011 mencapai 44,86 juta unit senilai US$1,92 miliar. (endy – [email protected])