Rabu, Oktober 23, 2019
Berita

Huawei Bangun Jaringan 100G

JAKARTA, alumniITS:

Huawei mengklaim telah membangun jaringan 100G-nya, yang terbentang lebih dari 50.000 kilometer, jarak ini lebih panjang dari lingkar keliling bumi.  Prestasi ini sebagai upaya pembuktian Huawei, dalam menyediakan konektivitas luas berkecepatan-tinggi kepada masyarakat, perusahaan dan organisasi di mana saja, membawa dunia masuk ke era 100G.

Jaringan 100G Huawei melayani lebih dari 40 operator di lebih dari 30 negara, dan kawasan melintasi Eropa, Timur Tengah, Amerika Latin dan Asia Pasifik. Ini termasuk jaringan terluas 100G untuk operator jaringan terbesar Rusia, Rostelecomm dan jaringan 100G WDM Pan-European pertama bagi operator terkemuka, KPN, di Belanda.

“Prestasi luar biasa ini bagian dari komitmen kami untuk meningkatkan pengalaman konektivitas dalam era informasi dan komunikasi yang canggih. Semakin pentingnya konektivitas informasi dan telekomunikasi yang sehat dan mantap, Huawei Indonesia menyadari tonggak ini akan memberikan berbagai manfaat pribadi dan umum,” ujar Vincent Li, CEO, Huawei Indonesia dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (16/10).

Laporan terbaru dari perusahaan konsultan Ovum, saat ini Huawei memimpin peralihan global menuju penyebaran 100G berskala besar dengan pangsa pasar sebesar 39 persen. Dicapai dalam kurun waktu kurang dari dua tahun, prestasi ini dapat dikaitkan dengan teknologi mutakhir Huawei dan rantai pasokan 100G yang lengkap.

Alasan utama berbagai operator mendukung solusi 100G Huawei, adalah penggunaan teknologi 100G SD-FEC/HD-FEC dan OTN. Huawei memulai penelitian dan pengembangan algoritma inti dan modul optik 100G tersebut pada tahun 2006.

Terus berdedikasi untuk inovasi, Huawei telah berhasil mengatasi tantangan teknis yang rumit, termasuk kekeliruan bit pada transmisi jaringan udara dan bawah laut, dan gangguan layanan sementara yang disebabkan oleh kerusakan peralatan akibat suhu tinggi.

Huawei juga fokus pada bidang OTN, dengan peluncuran perangkat OTN bermuatan lebih tinggi dari 6T pada tahun 2008, menjadikannya kapasitas industri terbesar hingga saat ini.

“Guna menciptakan nilai jangka panjang bagi para pelanggan kami, Huawei berkomitmen memahami kebutuhan pelanggan, memberikan pembaharuan teknologi, dan mengoptimalkan ekosistem industri. Jaringan transportasi Huawei akan terus melampaui harapan pelanggan,” kata Jack Wang, Presiden dari Huawei Transport Network Product Line.

Untuk membantu pelanggan mengoptimalkan keseluruhan arsitektur teknis dan menyadur jaringan transportasi generasi mendatang, Huawei mengadakan uji coba 400G Pan-European pertama di dunia dan menghadirkan serangkaian keberhasilan di 2012, termasuk bentuk dasar tombol optik 10 petabit (PPXC), bentuk dasar kisi-lunak dengan efisiensi spektrum tertinggi di industri, dan bentuk dasar WDB 2T.

Menurut Ovum, Huawei menempati urutan pertama dalam WDB/OTN, 40G, 100G, dan pasar jaringan optik global, pada kuartal kedua 2012. (ndy)