Berita

Hingga 2030, Ada 550 PLTN Baru Di Dunia

AMERIKA SERIKAT, alumniITS.com – Reaktor nuklir yang difungsikan untuk pasokan energi atau Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) diperkirakan akan bertambah sekitar 550 reaktor di dunia, dimana saat ini sudah terdapat 440 PLTN. Sehingga hingga tahun 2030 diperkirakan akan terdapat sekitar 1.000 PLTN di dunia.

Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) As Natio Lasman mengatakan dari 550 reaktor baru yang akan dibangun hingga tahun 2030, 321 di antaranya akan berada di Asia.

“Sisanya berada di non Asia. Ke depan orang akan bersaing masalah ekspor industri kalau ada energi. Kita lihat saja Jepang nanti apakah akan membuka reaktor nuklirnya yang ditutup. Tentunya kualitas ekspornya negara ini akan berbeda dengan negara yang mengandalkan energi nuklir,” katanya di sela-sela Seminar Keselamatan Nuklir di Jakarta, Rabu (19/6).

Di Asia lanjut As, Tiongkok akan menambah pembangunan reaktor. Tahun ini negeri tirai bambu ini membangun konstruksi 16 reaktor nuklir, setelah sebelumnya sudah memiliki 21 PLTN. Selain itu Uni Emirat Arab di Dubai membuat dua reaktor. Menurut As negara-negara yang kaya minyak pun mulai melirik energi nuklir.

Untuk itu ia mengingatkan amatlah penting peranan badan pengawas nuklir di masing-masing negara.

Di Indonesia, meski pengembangan PLTN terkesan jalan di tempat, As menegaskan bahwa proses pengembangan dan pembangunan PLTN di Indonesia tentu membutuhkan serangkaian proses panjang dengan lima tahapan besar. Tahun 2010 Indonesia lanjut As sudah menyelesaikan aturan tapak PLTN. Kegiatan berikutnya sempat terhenti setelah adanya kecelakaan PLTN di Fukushima Jepang. Namun akan kembali dilanjutkan proses kajian berikutnya seperti kajian konstruksi.

Sesuai dengan Inpres No 5 tahun 2006 Tentang Kebijakan Energi Nasional disebutkan bahwa hingga tahun 2025 nuklir akan menyumbang dua persen pasokan dari total sumber energi nasional. Diperkirakan hingga tahun 2025 akan dibutuhkan energi sekitar 80 gigawatt dan dua persennya atau sekitar 4.000-7.000 megawatt berasal dari nuklir. ([email protected])