Berita

Harga Tekstil Bakal Naik 16%

JAKARTA, alumniITS:
Harga jual tekstil dan produk tekstil diperkirakan akan naik sebesar 16% sebagai dampak dari naiknya upah minimum provinsi dan tarif tenaga listrik sebesar 15% pada tahun depan.

“Dengan meningkatnya UMP dan besarnya biaya energi pada 2013, produsen tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional akan menaikkan harga produk 16%. Kenaikan harga merupakan salah satu cara untuk menutupi besarnya biaya produksi,” kata Sekretaris Jenderal Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Ernovian G. Ismy, di Jakarta, Senin (3/12).

Menurutnya, meningkatnya upah buruh sangat memberatkan pelaku usaha. Belum lagi besarnya upah buruh di luar standar kehidupan layak pada wilayah tertentu.

“Pelaku usaha berharap pemerintah bisa mengkaji ulang kenaikan TTL dan UMP pada 2013. Industri TPT merupakan sektor dengan margin yang tidak besar dan mempekerjakan ribuan karyawan,” katanya seperti dilansir antara.

Selain berdampak pada kenaikan biaya produksi, paparnya, kenaikan upah buruh membuat produsen tekstil mengurangi jumlah karyawan sebagai langkah efisiensi produksi.

“Dengan UMP yang besar, sebagian perusahaan anggota API berencana memberhentikan 2.000 karyawan. Sementara produsen tekstil asing menyatakan per Januari 2013 akan melakukan pengurangan pegawai sampai dengan 20%,” ujarnya.

Ernovian menyatakan pengurangan karyawan harus ditempuh agar perusahaan tetap bisa bersaing dengan produk asal China dan India di pasar domestik. (endy – [email protected])