Berita

Harga Minyak Mentah Merosot

LONDON, alumniITS – Harga minyak mentah merosot pada perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) di tengah tutupnya pasar Amerika Serikat (AS) saat hari libur nasional memperingati jasa-jasa Pendeta Martin Luther King, Jr.

Menjelang sore di Eropa, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) di perdagangan elektronik New York Mercantile Exchange turun US$ 24 sen menjadi US$ 95,25 per barel. Sebelumnya, harga minyak sempat naik US$ 7 sen menjadi US$ 95,56 per barel pada perdagangan Jumat pekan lalu.

Minyak mentah Brent, yang digunakan untuk harga varietas internasional minyak, turun 29 sen menjadi $ 111,64 per barel di bursa ICE Futures di London.

“Kurangnya indikator ekonomi utama, membuat para investor mencari beberapa petunjuk dari pasar modal global dan pergerakan dolar AS,” kata sebuah laporan dari Sucden Financial Research seperti dikutip dari Associated Press, Selasa (22/1/2013).

Penguatan dolar AS cenderung untuk menekan harga minyak, dengan membuat minyak mentah lebih mahal bagi para pedagang yang menggunakan mata uang lainnya. Pada Senin, nilai tukar euro melemah terhadap dolar As ke level US$ 1,3314 dari US$ 13,375 pada Jumat.

Kenaikan di pasar saham telah membantu menahan kerugian di pasar komoditas, namun sentimen pasar masih tetap rapuh.

Kekhawatiran berkepanjangan soal ekonomi AS terkait alotnya perdebatan antara Presiden AS Barack Obama dengan anggota parlemen soal pemotongan anggaran belanja dan kenaikan plafon utang AS, yang membatasi jumlah utang yang bisa diambil pemerintah AS.

Meski anggota parlemen dari Partai Republik diperkirakan bisa menerima kenaikan plafon utang AS untuk sementara waktu, namun kesepakatan akhir hingga kini masih belum tercapai. ([email protected])