Selasa, Oktober 22, 2019
Berita

Harga Minyak Kembali Merosot

SINGAPURA, alumniITS.com – Harga minyak turun di perdagangan di Asia pada Senin (29/4/2013) di tengah data melemahnya ekonomi Amerika Serikat memicu kekhawatiran permintaan minyak mentah akan menurun, kata analis.

Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Juni turun 48 sen menjadi 92,52 dolar per barel dan minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan Juni turun 48 sen ke posisi 102,68 dolar.

“Melemahnya data PDB (AS) dipertanyakan kondisi bisnis di pasar, menandakan bahwa persediaan akan naik karena permintaan melemah,” kata Desmond Chua, analis pasar pada CMC Markets di Singapura.

Kenaikan persediaan minyak mentah AS sinyal melemahnya permintaan di ekonomi dan konsumen minyak terbesar dunia dan menempatkan tekanan pada harga.

Ekonomi AS tumbuh pada kecepatan 2,5 persen pada kuartal pertama 2013, di bawah perkiraan rata-rata analis 2,8 persen, Departemen Perdagangan mengatakan Jumat lalu, dengan pemotongan anggaran belanja pemerintah mengimbangi kenaikan konsumsi swasta dan investasi.

Pengeluaran pemerintah federal, terpukul oleh pemotongan anggaran, yang selanjutnya menyeret ekonomi.

Pemotongan anggaran belanja sebesar 85 miliar dolar selama tujuh bulan secara resmi mulai berlaku pada 1 Maret, dengan tujuan untuk secepatnya memangkas defisit negara itu yang besar. ([email protected])