Berita

Harga Emas Diprediksi Terjun Bebas


JAKARTA, alumniITS.com – Harga emas kembali tertekan berkat rilis data Non Farm Payrolls (NFP) Amerika Serikat (AS) sebesar 195 ribu, atau lebih bagus dari prediksi pasar 163 ribu. Diprediksi harga emas dalm beberapa hari nanti akan terjadi terjun bebas lagi.

Data NFP yang bagus ini menguatkan sentimen akan adanya pengurangan stimulus moneter AS pada akhir tahun ini sehingga ekspektasi tersebut menguatkan dolar AS dan berujung pada pelemahan harga komoditas.

Pagi ini, formasi harga pada grafik 1 jam masih menunjukkan potensi tekanan turun pada emas masih besar. Namun penurunan lanjutan harus menunggu konfirmasi penembusan ke bawah level support di US$ 1.213 per ounce.

“Bila ini terjadi, harga bisa berlanjut turun mendekati level US$ 1.180 kembali,” jelas Head Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra dalam ulasannya, Senin (8/7/2013).

Namun, lanjut dia, bila level support ini bertahan dan mampu menembus level resisten US$ 1.226 per ounce, harga berpotensi melakukan rebound terbatas ke area US$ 1.230-1.240 per ounce.

Pada hari ini, hasil dari eurogroup meeting dan testimoni Presiden Bank Sentral Eropa, Mario Draghi bisa menjadi penggerak pasar harga emas. Bila eurogroup tidak menyetujui tahapan pembayaran bailout bagi Yunani, harga emas kemungkinan bisa tertahan turun dan mencoba rebound.

“Sementara bila Draghi masih menganggap pelonggaran moneter diperlukan, harga emas masih berpeluang untuk bertahan turun,” ungkapnya. (endy)